Pemimpin Harus Bijak dan Dekat Rakyat

WONOSARI, KRJOGJA.com – Memilih seorang pemimpin harus melalui proses kaderisasi. Tidak bisa seorang pemimpin muncul secara tiba-tiba. Termasuk seorang pemimpin harus memiliki kedekatan dengan masyarakat. Bisa mendengar ke bawah dan mampu mendorong terwujudnya kesejahteraan.  Selain itu harus memiliki integrirtas, komitmen hingga sikap kepedulian.

Proses demokrasi juga harus dimaknai dengan menghargai dan menghormati untuk kepentingan bersama. Masyarakat perlu tetap menjaga persatuan kesatuan dan hidup dengan rukun dalam proses berdemokrasi.
Demikian mencuat dalam Diskusi Publik dan Silaturahmi Warga Gunungkidul Membedah Gagasan Makmum Mencari Imam dengan Moderator Jayadi MSi di lantai 3 BMT Dana Insani Wonosari.

Diskusi dihadiri Wakil Bupati Gunungkidul Dr Drs H Immawan Wahyudi MH, Tokoh NU H Tsamin Fauzi dan KH Sayid Ashari, Tokoh Muhammadiyah H Mustaqim, Ketua PDPM Gunungkidul Arif Darmawan dan peserta diskusi. “ Pesta demokrasi pilkada akan segera digelar. Sehingga masyarakat ini akan diposisikan seperti apa dalam pilkada tersebut,” kata Ketua Rumah Gunungkidul Budi Haryanto, Jumat (07/08/2020).

Tokoh NU H Tsamin Fauzi mengungkapkan, seorang Imam maupun pemimpin harus memiliki kapasitas dan rasa peduli. Bagaimana memiliki gagasan baru untuk kepentingan masyarakat. Sementara Immawan Wahyudi menuturkan, terwujudnya peningkatan kesejahteraan rakyat menjadi penting. Seorang pemimpin perlu memiliki visi dalam membangun daerah maupun masyarakatnya. (Ded)

BERITA REKOMENDASI