Pemkab Gunungkidul Cegah Lahan Pertanian Alih Fungsi

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Guna mempertahankan status lahan pertanian pemerintah terus berusaha melindunginya dengan mengeluarkan regulasi berkelanjutan, sehingga lahan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah dan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) tidak beralih fungsi. Hingga saat ini untuk Kabupaten Gunungkidul terdapat puluhan ribu hektare lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Kepada seluruh masyarakat diminta untuk memlindungi dan mengembangkan hasil tanaman pokok bagi kemandirian.

”Lahan-lahan tersebut tersebar di 18 kecamatan dan setiap tahun mampu menghasilkan padi masuk dalam kategori LP2B,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono.

Dalam pengembangan program tersebut petani dan pemerintah harus tetap konsisten dimana lahan tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman pangan jenis padi dan tidak dilakukan alih fungsi lahan. Berdasarkan review yang dilakukan pemerintah baik kabupaten, provinsi, maupun pusat ketersediaan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Gunungkidul semula hanya 5.505 hektare dan setelah dilakukan pendataan ulang, setidaknya ada 19.020,86 hektare lahan.

Pada tahun 2015 ada reviewdan dipebarui mengenai keberadaan lahan pertanian pangan berkelanjutan. ”Saat ini hasilnya sudah masuk dalam RTRW Gunungkidul,” imbuhnya.

Sedangkan lahan pertanian pangan yang masuk dalam kategori dilindungi oleh pemerintah ini terus diupayakan untuk diberikan perhatian, mulai dari uji coba program hingga pemberian bantuan untuk meningkatkan produksi padi di Gunungkidul. Selain 29.000 hektare, juga terdapat lahan cadangan pertanian pangan berkelanjutan sebanyak 22.291 hektare.

Sehingga total kawasan pertanian pangan berkelanjutan di Gunungkidul mencapai 51.312,06 hektare. ”Jika dibandingkan dengan kabupaten lain, ketersedianaan lahan pertanian di Gunungkidul jauh lebih besar,”ucapnya.

Adapun kriteria dari lahan pertanian dan pangan berkelanjutan, paling tidak 1 hektare lahan yang ada mampu memproduksi padi sebanyak 3 ton. Untuk kawasan perlindungan ini tersebar hampir di seluruh kecamatan Gunungkidul, hanya saja masing-masing jumlahnya berbeda. ”Dengan ketersediaan lahan cukup luas ini masyarakat agar tetap aktif dan dapat menciptakan terobosan baru dalam bidang pertanian,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI