Pemkab Gunungkidul Larang Warga Gelar Hajatan

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Warga terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul dalam tiga hari terjadi lonjakan dan kembali memecahkan rekor selama masa pandemi Covid-19 dengan jumlah kumulatif lebih dari 1.000 kasus. Pergerakan pertambahan kasus selama 3 hari berturut-turut, terakumulasi sebanyak 100 warga terkonfirmasi positif dan terbanyak terjadi pada hari ketiga Kamis (07/01/2020) mencapai 55 kasus.

”Untuk jumlah korban meninggal akibat terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 6 kasus , ” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul dr Dewi Irawaty MKes, Jumat (08/01/2021) kemarin.

Data kesembuhan pasien selama 3 hari ini tercatat sebanyak 54 orang dan kumulatif sejak masa pandemi Covid-19 tercatat sebanyak 36 orang. Sementara data kumulatif konfirmasi positif Covid19 di Gunungkidul hingga Kamis (07/01/2020) mencapai 1.004 kasus dan kini terdapat 325 kasus baik dalam perawatan rumah sakit maupun melakukan isolasi mandiri.

Untuk lokasi perawatan kasus positif ada 31 pasien dirawat di 6 Rumah Sakit (RS) di Gunungkidul, 4 di antaranya merupakan Rumah sakit swasta yang merupakan rumah sakit rujukan. Sedangkan sebanyak 291 pasien kini menjalani karantina mandiri. ”Selain rumah sakit rujukan di Gunungkidul, juga diketahui ada 3 rumah sakit di DIY yang kini juga merawat pasien Covid-19 dari Kabupaten Gunungkidul,” ujarnya.

Sementara Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tengah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral menindaklanjuti Instruksi Gubernur DIY tentang pemberlakuan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM). Salah satunya adalah melarang adanya acara hajatan bagi masyarakat.

Bupati Gunungkidul, Hj Badingah SSos menyatakan, pihaknya meminta masyarakat untuk kooperatif dalam penerapan kebijakan pemerintah ini. Pelarangan terhadap digelarnya hajatan di kalangan masyarakat karena berdasarkan pemantauan dan laporan yang dilakukan oleh petugas, saat ini sudah banyak hajatan dalam skala besar yang diselenggarakan oleh masyarakat dan berpotensi terjadinya penularan Covid19. (Bmp/Ded)

BERITA REKOMENDASI