Pemkab Gunungkidul Usulkan Penghapusan Swab Antigen Bagi Wisatawan

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengusulkan penghapusan syarat swab antigen untuk wisatawan yang masuk sejumlah obwis di Gunungkidul. Wakil Bupati Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi MH menyatakan adanya kebijakan Pembatasan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) dan syarat wisatawan luar DIY harus memiliki hasil swab antigen sangat berdampak pada lesunya perekonomian dan aktivitas objek wisata Gunungkidul, khususnya pantai.

“Jumlah wisatawan turun 80 persen dibanding sebelum PSTKM,” katanya kepada KRJOGJA.com.

Diakui saat ini, telah banyak kelompok sadar wisata (pokdarwis) maupun pengusaha hingga pelaku wisata yang mengeluhkan mengenai turunnya jumlah kunjungan wisatawan. Sebelum PSTKM diterapkan, ratarata ada sebanyak 3 ribu wisatawan masuk ke Gunungkidul.

Jumlah kunjungan kemudian turun tajam saat kebijakan PSTKM diberlakukan. Sekarang hanya sekitar 700 wisatawan saja yang masuk dan berdasarkan perhitungan yang dilakukan, penurunan yang ada bahkan mencapai 80 persen.

Hal ini kemudian sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang juga mengalami penurunan. Adanya keluhan dari Pokdarwis yang meminta Pemkab menghapus syarat rapid antigen untuk bisa masuk ke objek wisata juga sedang dilakukan pembahasan. “Sampai dengan saat ini belum ada klaster wisata di Kabupaten Gunungkidul,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Bupati Gunungkidul, Hj Badingah SSos. Selama PSTKM ini pihaknya telah menerima banyak keluhan dari masyarakat dan para pengusaha. Terlebih mereka yang bergerak di bidang restoran, rumah makan, penginapan dan UMKM lainnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI