Pendapatan Retribusi Sektor Pariwisata Gunungkidul Capai Rp 27,8 M

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Memasuki Oktober, pendapatan retribusi dari sektor Pariwisata tahun 2019 sebesar Rp 27,8 miliar hingga kini sudah bisa diraup sekitar 62 persen dari total target yang ditentukan. Karena itu berbagai upaya akan terus dilakukan agar hingga akhir tahun pendapatan dari sektor pariwisata ini bisa tercapai.

Untuk target kunjungan sebanyak 3.773.512 orang saat ini sudah terealisasi sebanyak 2.312.425 orang. “Masih cukup waktu tersisa selama kurang lebih 2,5 bulan dan akan terus kita upayakan agar target pendapatan bisa tercapai,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Asti Wijayanti didampingi Sekretaris Harry Sukmono.

Baca juga :

Dua Kecamatan di Gunungkidul Lunas PBB
Bawang Merah Banjiri Srikayangan

Pada akhir tahun ini, capaian pendapatan dalam perkembangannya sudah bisa mencapai 62 persen dari target. Sedangkan berdasarkan data yang ada jumlah pendapatan terbesar berasal dari kawasan wisata pantai selatan termasuk Pantai Nglambor, Tepus.

Dari perhitungan berdasarkan asumsi untuk mencapai target sebesar Rp 27,8 miliar dibutuhkan kerja keras dan jika diperhitungkan dengan rata-rata pendapatan tiap bulan berkisar Rp 2 miliar lebih. Sampai dengan akhir tahun masih ada beberapa momentum kunjungan wisatawan yang biasanya terjadi pada musim liburan akhir tahun dan tahun baru. “Jika mengacu tahun sebelumnya target pendapatan pariwisata akan tercapai,” ujarnya.

Ketua DPRD Endah Subekti Kuntariningsih SE berharap pendapatan pariwisata dapat ditingkatkan, pemerintah serta pelaku wisata perlu meningkatkan lama tinggal wisatawan. Sudah saatnya pemerintah kabupaten melakukan terobosan baru dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ini.

Berbagai fasilitas terkait dengan hotel dan penginapan semestinya harus mulai dipertimbangkan untuk dilakukan pembangunan dan kelengkapan fasilitas. “Pembangunan berbagai fasilitas pariwisata harus dilakukan agar lama tinggal wisatawan berdampak terhadap pendapatan asli daerah,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI