Penjual Premium Eceran Beralih Pertalite

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL (KRjogja.com) – Larangan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) premium dengan jerigen di Gunungkidul mulai efektif diberlakukan Senin (01/08/2016). Dengan adanya peraturan baru tersebut maka para penjual BBM eceran beralih menjual pertalite.

Kepala Disperindagkop dan ESDM Gunungkidul Hidayat M SH Msi mengakui, mulai tanggal 1 Agustus pembelian BBM premium dilarang menggunakan jerigen. "Bahasa sederhananya penjualan premium eceran dilarang, diganti pertamax atau pertalite," ungkapnya.

Ngatiman, seorang penjual eceran di Dusun Karanganom, Desa Ngawis, Karangmojo mengaku kini ia menjual pertalite di kiosnya. Diungkapkannya harga beli pertalite Rp 6.900 perliter, satu botol berisi satu liter lebih sedikit dijual Rp 7.500. “Jadi setiap penjualan satu botol untung Rp 300,” katanya kepada KRjogja.com, Jumat (05/08/2016).

Sementara itu Ketua DPC Hiswana Migas DIY Drs H Siswanto MM mengatakan pelarangan tersebut masih terus dibahas antara Pertamina dengan Dinas ESDM DIY. Meski demikian sosialisasi sudah dilakukan, Saat ini otoritas pelaksanaan di tangan masing-masing kabupaten. "Larangan se-DIY mungkin baru efektif mulai minggu depan," ujarnya. (Ewi)

BERITA REKOMENDASI