Penjualan Daging Sapi di Gunungkidul Belum Normal

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Meskipun tingkat kematian hewan ternak baik sapi maupun kambing semakin berkurang dan penyebab kematian berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dinyatakan negatif antraks, tetapi penjualan daging sapi maupun kambing belum seperti yang diharapkan. Sekretaris Dinas Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Virgilio Soriano mengakui hingga saat ini penjualan daging sapi masih belum stabil. Kencangnya isu Antraks berdampak terhadap konsumsi daging sapi dan kambing menurun.

”Kami terus berupaya untuk mengembalikan kepercayaan dan meyakinkan masyarakat agar tetap mereka membeli daging sapi,” katanya.

Terpisah Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos menyatakan bahwa penanggulangan dan pencegahan penyakit antraks pada hewan ternak di Gunungkidul telah berhasil diatasi. Dari angka kematian mendadak yang dilaporkan seluruhnya telah dilakukan ujilaboratorium dan hasilnya negatif. Dari sejumlah kasus yang terjadi hanya ditemukan pada awal kasus terjadi pada akhir Desember lalu terjadi di Dusun Ngrejek Desa Gombang Kecamatan Ponjong.

Baca juga :

3 Sudah Ditetapkan, Tersangka Tragedi Susur Sungai Bakal Tambah Lagi?
DIY Kembali Raih Predikat AA, Layanan Publik Dituntut Lebih Baik

Dari sebanyak 180 ekor hewan ternak yang mati yang berdasarkn hasil uji laboratorium ada 6 ekor dan sudah dilakukan antisipasi. Sementara hewan ternak yang dipotong untuk dijual sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan.

”Karena itu masyarakat agar tidak takut mengkonsumsi daging sepanjang itu diperoleh dari usaha yang memiliki legalitas,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Peternakan DPP, drh Suseno mengakui bahwa hingga saat ini pihaknya memang masih menerima adanya laporan ternak milik warga yang mati mendadak. Namun demikian sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan dengan beberapa waktu sebelumnya. (Bmp)

BERITA TERKAIT