Penutupan Nglanggeran Diperpanjang

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Pengelola Objek Wisata (Obwis) minat khusus Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk Kabupaten Gunungkidul, berhasil menemukan dan meruntuhkan sarang lebah atau tawon gung (Apis Dorsata)yang sebelumnya menyerang belasan orang. Proses pencarian sarang lebah dilakukan pada Rabu (21/11/2018) malam dengan menggandeng pawang lebah dari Kecamatan Patuk, Gunungkidul.

“Sarang tawon gung ini sudah kita temukan diantara bebatuan gunung, besarnya berdiameter 1 meter,” kata pengelola Obwis Gunung Api Purba Nglanggeran, Heru Purwanto.

Setelah keberadaan sarang lebah diketahui langsung dilakukan evakuasi dengan menggunakan bantuan alat dari Kantor UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Gunungkidul. Dengan bantuan alat tersebut sarang tawon berhasil jatuhkan.

Saat ini jutaan ekor lebah tersebut tidak memiliki sarang lagi dan diperkirakan masih berpotensi untuk menyerang siapapun yang berada pada habitatnya. Karena masih berpotensi menimbulkan bahaya bagi wisatawan maupun pihak pengelola obwis Gunung Api Purba Nglanggeran, rencana penutupan jalur pendakian yang semula ditutup hingga Jumat (23/11/2018) hari ini diperpanjang lagi hingga kondisinya kembali aman dari serangan lebah.

“Rencananya, besok (Jumat 23/11) , baru akan dilakukan pencarian ulang terhadap sarang lebah yang dimungkinkan masih ada di kawasan gunung api purba ini,” imbuhnya.

Untuk melakukan pencarian akan dilakukan pada malam hari, karena karakter lebah gung ini sangat agresif pada siang hari. Selain itu dengan kondisi gelap tingkat serangan tawon bisa diminimalisir.

Berdasarkan keterangan sejumlah pawang lebah, tawon gung ini hidup dan berkembang biak secara berkoloni, memiliki sarang besar menempel atau menggantung pada pohon maupun menempel pada batu besar (kawasan bukit/gunung) dengan komunitas mencapai jutaan ekor serperti yang berada di habitatnya Gunung Api Purba Nglanggeran.

“Masyarakat mengenal tawon ini sangat agresif dan jika habitatnya terganggu akan menyerang dengan menyengat hingga menyebabkan korbannya bengkak dan kulit memerah,” ucapnya.

Sebelumnya diketahui, 11 orang menjadi korban sengatan lebah yang dikenal dengan tawon gung oleh masyarakat setempat. Bahkan terdapat dua orang di antaranya sempat mendapatkan rawat inap di RS Nurohmah, Bandung, Playen. Dampak dari serangan lebah untuk sementara obwis tersebut khususnya pada jalur pendakian ditutup. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI