Perda Tanpa Rokok Belum Efektif

WONOSARI (KRjogja.com) –  Peraturan Daerah (Perda) nomer 7 tahun 2015, Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang mulai diberlakukan bulan Juni lalu hingga sekarang belum bergigi atau  masih memble. Asap rokok masih mengepul di sembarang tempat seperti di kantor pemkab setempat.

"Bulan ini baru dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengasawan. Mudah-mudahan setelah tanggal 17 Agutus Satgas sudah terbentuk dan segera berkerja," kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Drs Agus Prihantoro, Selasa (09/08/2016).

Menurut Agus Satgas ini akan mengawasi terhadap pelanggaran Perda KTR. Anggota Satgas akan berasal dari setiap Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD). Jika setiap SKPD maupun unit kerja mempunyai pengawas, diharapkan mempercepat pelaksanaan Perda KTR.

Menurut Sekretaris Disdikpora Gunungkidul H Bahron Rosyid SPd, MM, sekolah-sekolah sudah mulai melakukan penindakan. Sebenarnya untuk siswa, pelarangan merekok sudah dilakukan sebelum ada Perda. Sekarang,  selain larangan bagi siswa juga bagi guru dan karyawan sekolah. Guru harus menjadi contoh dalam pelaksanaan peraturan. “Bagi yang melannggar tentu akan diberikan sanksi,” ujarnya.

Pelaksanaan untuk dusun atau desa percontohan pelaksanaan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KITR) kenyataannya masih banyak pelanggaran. Pertemuan dusun, arisan, rapat-rapat masih dihiasi kepul asap rokok. Yang tampak, baru pemasangan tulisan larangan merokok. Prateknya masih jauh dari harapan. (Ewi)

 

BERITA REKOMENDASI