Perekaman E-KTP, Disdukcapil Gunungkidul ‘Jepret’ di Tempat

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL (KRjogja.com) – Untuk mempercepat pemilikan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul melakukan aksi jemput bola ke rumah-rumah warga jompo dan difabel. Jumlah penduduk yang belum e-KTP sekitar 12.000 orang, dimana 7.000 orang lebih merupakan kaum jompo dan difabel. Ada 4 tim yang diterjunkan untuk melakukan perekaman di rumah-rumah penduduk.

“Jumlah yang sudah terekam sekarang sekitar 2.300 orang jumpo dan difabel,” kata Kabid Kependudukan Dukcapil Gunungkidul, Arisandy Purba MP MPA di KRjogja.com, Rabu (24/08/2016).

Upaya mendatangi rumah jompo atau difabel hanya terobosan, bukan sistem yang diterapkan Dukcapil. Hal ini dilakukan sebagai pilihan terakhir, namun demikian sistem bakunya bagi yang akan perekaman KTP tetap wajib datang ke Kantor kecamatan masing-masing. “Jemput bola dilakukan dalam kondisi yang tidak memungkinkan jompo atau difabel datang ke kantor kecamatan,” tambahnya.

Jika seluruh jompo dan difabel sudah perekaman, maka tinggal sekitar 5.000 orang yang belum mempunyai KTP elektronik. Jumlah ini akan dikonfirmasi dengan petugas kecamatan, desa dan dusun masing-masing untuk mendapatkan kepastian yang bersangkutan masih tinggal di dusun atau desa masing-masing atau tidak.

Sebab pada kenyataannya, ada sekitar 4.000 orang yang sudah melakukan rekaman pada awal pembuatan KTP elektronik namun hasilnya tidak diambil hingga sekarang. Hal ini kemungkinan yang bersangkutan sudah tidak lagi tinggal di Gunungkidul. (Ewi)

BERITA REKOMENDASI