Petani Optimalkan Pupuk Kandang

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Kuota pupuk bersubsidi di Kabupaten Gunungkidul tahun 2020 dipastikan turun dibanding dengan tahun lalu. Pada tahun anggaran 2019 lalu, jatah pupuk Urea subsidi yang diperoleh Kabupaten Gunungkidul sebanyak 9.069 ton, sedangkan untuk tahun ini hanya mendapatkan 7.092 ton, atau berkurang hampir 2.000 ton. Dengan terjadinya penurunan ini, pemkab mengimbau untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani agar membeli pupuk nonsubsidi dan mengoptimalkan pupuk kandang.

“Semua wilayah jatahnya juga turun dan hampir semua jenis untuk pupuk Amonium Sulfate (ZA) yang tahun lalu 1.620 ton tahun kini hanya 540 ton,” kata Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Raharjo Yuwono.

Baca juga :

Mengaku Prajurit Korem Pamungkas, Tentara Gadungan Tipu Janda
Grojokan Watu Purbo, Wisata Alternatif Bagi Goweser

Sementara untuk Kabupaten Gunungkidul penggunaan pupuk terbanyak digunakan di lahan persawahan. Meskipun jumlah luasannya lebih sedikit dibanding dengan tegalan namun penggunaannya lebih banyak.

Penggunaan pupuk untuk lahan tegalan mencapai 42.000 hektare, sedangkan lahan persawahan 7.863 hektare. Tetapi untuk penggunaan pupuk di sawah ada yang 1 kali untuk tanaman padi, 2 kali padi dan 3 kali padi. Untuk tegalan atau tadah hujan 1 kali untuk tanaman padi dan 1 kali atau 2 kali untuk jenis tanaman palawija seperti kacang tanah maupun kedelai.

Meskipun terjadi pengurangan kuota pupuk subsidi, tidak akan menimbulkan masalah besar. Masyarakat masih bisa membeli pupuk non subsidi di pasaran. “Selain itu kita juga menyarankan agar masyarakat memperbanyak pupuk kandang atau organik,” ucapnya.

Selain mengoptimalkan pupuk kandang dan organik, masing-masing Kelompok Tani (Poktan) juga diminta agar membuat pupuk sendiri dengan harapan agar kebutuhan pupuk untuk tanaman baik padi maupun palawija dapat tercukupi. Sehingga terlepas dengan adanya pengurangan jatah pupuk bersubsidi tidak akan menimbulkan masalah bagi upaya peningkatan produktifitas hasil panen mendatang.

Sementara untuk proses penyaluran pupuk subsidi tahun ini lebih lancar sehingga kebutuhan pupuk di tingkat petani bisa terjamin. Pihaknya juga menggunakan hasil evaluasi tahun-tahun sebelumnya untuk memperbaiki sistem distribusi pupuk. “Semoga kebutuhan pupuk untuk tahun ini semakin lancar dan tidak lagi menimbulkan masalah,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI