PPDP Tak Profesional, Bawaslu Minta Coklit Ulang

WONOSARI, KRJOGJA.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul menilai kinerja Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) tidak profesional. Hal tersebut diambil dari laporan pengawasan se Gunungkidul.

Sejumlah hal yang ditemukan diantaranya tidak sesuai nama petugas dengan yang tercantum di SK PPDP. Selain itu juga PPDP tidak melakukan pencocokan dan penelitian dari rumah ke rumah. “ Kinerja PPDP tidak profesional, banyak hal yang ditemukan di lapangan,” kata Anggota Bawaslu Gunungkidul Rosita, Selasa (04/08/2020).

Diungkapkan, temuan lain yakni ada salah satu TPS di panggang melakukan coklit menggunakan metode pengumpulan pemilih di salah satu rumah warga. PPDP juga tidak melakukan coklit namun hanya menempel stiker di rumah warga. Kejadian lain PPDP tidak membubuhkan tanda tangan penghuni rumah yang seharusnya di tanda tangani. Baik itu AA2 KWK (stiker) dan AA1 KWK tanda bukti pendaftaran pemilih. “ Dalam aturan KPU salah satu tupoksi PPDP adalah mengecek kesesuaian antara e-KTP dan kartu keluarga dengan daftar A KWK. Saat PPDP tidak melakukan hal tersebut maka tujuan untuk mencocokan dan meneliti dari coklit tidak tercapai,” imbuhnya.

Rosita menambahkan, Bawaslu Gunungkidul sudah memberikan perintah kepada pengawas kecamatan untuk memberikan imbauan tertulis dan dilampirkan bukti di lapangan. Untuk disampaikan dari Panwaslu kepada PPK. Harapannya imbauan tersebut agar ditindaklanjuti oleh PPK sehingga melakukan monitoring dan supervisi kepada jajaran dibawahnya meliputi PPS dan PPDP. “Beberapa kecamatan sudah menindaklanjuti imbauan Panwaslu dengan mencoklit ulang,” jelasnya. (Ded)

BERITA REKOMENDASI