Prediksi Kunjungan Obwis di Gunungkidul Meleset

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Puncak  kunjungan  wisatawan  pada momen libur Tahun Baru 2022 sempat diprediksi akan berlangsung pada hari, Minggu (02/01/2022) ternyata meleset. Dari informasi yang berhasil dihimpun, kunjungan pada hari ini justru relatif sepi jika dibandingkan pada hari Sabtu (01/01/2022) lalu.

Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron Heri Mulyono, menyatakan, berdasarkan perhitungan yang dilakukan pada puncak kunjungan justru terjadi terjadi penurunan Data kunjungan pada  Minggu (02/01/2022) sore, hanya tercatat  3.200 wisatawan yang masuk melalui Pos TPR Baron.

Sedangkan pada Sabtu  (01/01/2022) kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 4.500 wisatawan dan terakumulasi jumlah wisatawan melalui TPR sebamyak 7.700 orang. “Tidak terjadi antrean panjang dan pelayanan berjalan lancar,” kata Heri Mulyono, Selasa (04/02/2022).

Menurutnya penurunan kunjungan pada momen liburan akhir tahun ini dapat terjadi karena beberapa faktor. Antara lain semakin banyaknya obyek wisata atau tema wisata yang muncul di Gunungkidul sehingga pilihannya semakin variatif dan wisatawan tidak hanya terkonsentrasi ke kawasan pantai.

Kalau wisatawan  yang masuk lewat di TPR Baron (utama) tercatat 7.700 wisatawan, kalau lainnya berkurang atau bertambah masih terus dipantau. Penurunan jumlah kunjungan di kawasan pantai juga diungkapkan oleh Koordinator TPR JJLS Baron, Supardi.

Jumlah wisatawan yang masuk sendiri relatif sama dengan TPR Baron Utama di mana pada libur tahun baru terjadi penurunan jumlah wisatawan dibanding tahun sebelumnya. “Untuk wisatawan yang masuk melalui TPR JJLS sebanyak 2.700 wisatawan. Sedangkan pada hari Minggu (20/01/2022) sebanyak 2.100 wisatawan,” imbuhnya.

Pantauan di kawasan obwis Teras Kaca Panggang, jalur cukup padat. CEO Teras Kaca Nur Nasution mengungkapkan,  terdapat wahana baru yakni ‘Ngopi In The Sky’. Pengunjung bisa menikmati kopi di ketinggian sekitar 30 meter.  Merupakan wahana pertama di Indonesia. “Wisatawan bisa menikmati ngopi in the sky sekitar 20-30 menit. Kuota tempat duduk 20 orang,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono, mengungkapkan jika pembukaan kawasan wisata sepatutnya dibarengi oleh penerapan protokol kesehatan yang tertib. Hal itu karena dengan ramainya wisatawan maka interaksi di lokasi wisata juga semakin padat meskipun ada pembatasan sebelumnya.

Menurutnya, menjadi tanggungjawab semua pihak untuk menciptakan situasi yang aman dan nyaman dalam berwisata. Pihaknya terus memberikan edukasi kepada para pelaku wisata maupun wisatawan agar senantiasa tertib saat berwisata. “Sangat disayangkan jika ada yang tidak tertib prokes,” tutupnya. (Bmp/Ded)

BERITA REKOMENDASI