Prodi Fisika Melins UAD dan YAPIN Nurul Huda Dampingi Guru Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Sejak Akhir Maret 2020, pemerintah menginstruksikan agar proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring dari rumah. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 yang sedang melanda di seluruh dunia. Proses belajar mengajar secara daring ini memiliki tantangan tersendiri bagi beberapa pihak yang terlibat. Apalagi bagi guru, menyiapkan materi secara daring butuh effort yang besar dibandingan penyampaian materi secara tatap muka di kelas.

Program Studi Fisika Melins (Metrologi, Material Elektronika, dan Instrumentasi) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta kembali bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Islam (YAPIN) Nurul Huda kelurahan Serut, Gedangsari, Gunungkidul mengadakan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan.

Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari Damar Yoga Kusuma, Apik Rusdiarna Indra Praja dan Qonitatul Hidayah sebagai ketua tim. Atas permintaan Ketua YAPIN kelurahan Serut, tim pelaksanaan pengabdian akan melatih dan mendampingi guru-guru yang berada dinaungan Yayasan dan perwakilan dari beberapa guru di daerah kalurahan Serut, Gedang Sari, Gunungkidul dalam pembuatan media pembelajaran efektif-interaktif, Selasa (20/94/2021).

Menurut Qonitatul Hidayah, memastikan siswa memahami dan menguasai materi yang disampaikan secara daring, guru harus memikirkan cara kreatif dalam menyampaikan materi. “Selain itu, pembelajaran daring juga mempersulit guru untuk menilai dan mengecek apakah siswa tersebut paham dengan materi yang disampaikan,” ujarnya.

Damar Yoga Kusuma menambahkan, dari segi siswa sendiri, pembelajaran daring memiliki kendala juga, siswa menjadi mudah bosan dan kehilangan fokus akibat minimnya interaksi antara guru-siswa dan sesama siswa ketika berdiskusi.

“Pembelajaran daring lebih sering pembelajaran satu arah, guru menjelaskan materi dan siswa hanya menyimak. Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri, pemahaman siswa akan materi yang disampaikan guru dan rawan ketidakikutsertaan siswa dalam pembelajaran,” ungkapnya.

Terkadang, kata Qonitatul Hidayah, siswa juga beralasan sinyal yang ngadat, susah ataupun hilang. Hampir semua pelaksana dan pengguna daring permasalahannya adalah sinyal.

“Bukan berarti jika sinyal susah, kemudian pembelajaran diganti dengan tugas. Apalagi pemberian tugas yang sangat banyak tanpa disertai penjelasan dari guru. Hal ini, dapat lebih menyulitkan bagi siswa dan orang tua sebagai pendamping pembelajaran di rumah,” paparnya.

Hal inilah yang mendorong Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UAD untuk menciptakan terobosan baru dalam pembuatan media pembelajaran yang efektif-interaktif untuk menunjang pembelajaran secara daring. Beberapa penelitian juga menyebutkan kualitas media pembelajaran yang baik dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam menerima materi dari guru.

Ketua YAPIN Nurul Huda Serut Triyono berterima kasih atas terselenggaranya pelatihan dan pendampigan dalam pembuatan media pembelajaran efektif-interaktif guru-guru di Kelurahan Serut, Gedang Sari, Gunungkidul.

“Semoga kerjasama di bidang pendidikan ini dapat berkelanjutan dan berkesinambungan seperti program-program lain yang telah terlaksana sebelumnya dengan Program Studi Fisika UAD. Kami sangat berterima kasih kepada Program Studi Fisika yang bersedia ikut membantu memajukan beberapa sektor di wilayah Kelurahan Serut, Gedang Sari, Gunungkidul,” katanya. (*)

UAD

BERITA REKOMENDASI