Produksi Gaplek Gunungkidul Munurun

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Dampak kurangnya curah hujan, produksi gaplek di Kabupaten Gunungkidul diprediksi mengalami penurunan produksi. Hasil budidaya yang tahun lalu melimpah tetapi kini menurun tajam, sekalipun harga jual gaplek panen kering membaik.

“Harga jual gaplek saat ini mulai membaik tiap kilogram mencapai Rp 2.500,” kata Riyanto, petani Gaplek Dusun Gondang, Kepek, Saptosari, Gunungkidul.

Dengan harga jual meningkat dibanding pada masa panen tahun lalu, kondisi pasar petani ketela pohon merasa diuntungkan dalam menjual hasil panen. Tahun lalu ketersediaan komoditas gaplek untuk wilayah Gunungkidul cukup melimpah dengan produksi panen yang tinggi.

Namun dari sisi penjualan di pasaran dalam beberapa tahun lalu sangat rendah dan tidak seimbang dengan ongkos budidaya yang dikeluarkan. Dengan membaiknya harga jual gaplek, setidaknya petani diuntungkan dan harapannya kondisi harga gaplek panen kering ini terus membaik, sehingga mampu menumbuhkan minat petani untuk membudidayakan tanaman tersebut.

“Baru tahun ini harga jual gaplek membaik dan kita berharap ini berlangsung terus,” imbuh Watini, warga Desa Kepek, Saptosari.

Sejak bertahun-tahun ketela pohon yang dibudidayakan hampir seluruh petani di Gunungkidul tergolong menguntungkan. Setidaknya harga jualnya juga lumayan tinggi. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI