Produksi Garam di Gunungkidul Belum Optimal

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Meskipun Pemerintah Propinsi DIY sudah mencanangkan pantai Sepanjang, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul dinyatakan sebagai salah satu lokasi pembuatan garam sejak 12 Agustus lalu, tetapi sampai saat ini budidaya yang dilakukan warga belum optimal. Untuk melakukan kegiatan produksi hingga kini muksasih terkendala sarana dan prasarana lantaran belum adanya bantuan dari pemerintah.

“Kami belum bisa melakukan produksi secara maksimal sesuai yang diharapkan,” kata Ketua Kelompok Petani Garam Pantai Sepanjang, Priyo Subyo.

Sampai saat ini budidaya garam masih dilakukan seadanya, dari sebanyak enam kolam produksi baru dua kolam yang digunakan. Hasil produksi juga belum sesuai dengan yang diharapkan dan sejak mulai dilakukan poduksi awal hasilnya baru beberapa kilo gram saja.

Garam yang diproduksi petani ini hingga saat ini hanya ditumpuk disekitar kolam dan tong air. Secara umum garam yang diproduksi ini cukup berkualitas, berwarna putih dan tidak banyak ditemukan kotoran.

“Selain masalah lahan yang relatif sempit, kendala lain karena ketiadaan sarana angkut air laut ke kolam produksi,” imbuhnya.

Belum adanya bantuan sarana untuk kegiatan produksi berskala besar dengan tempat yang memadahi, warga masih melakukan dengan cara manual yakni mengangkut air dengan cara dipikul untuk ditampung di tambak. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI