Puluhan Warga Keracunan Ikan Tongkol Hitam

Editor: KRjogja/Gus

WONOSARI, KRJOGJA.com – Kasus warga keracunan ikan tongkol hitam (lisong) di Kabupaten Gunungkidul terus terjadi dan jumlah terakhir yang dilaporkan Dinas Kesehatan (Dinkes) mencapai puluhan orang Jumat (6/12). Meskipun hingga kini belum menimbulkan korban jiwa tetapi beberapa warga yang mengalami keracunan menjalani perawatan medis. Saat ini, harga ikan tongkol hitam memang cukup murah lantaran hasil tangkapan ikan tersebut sejak beberapa hari lalu oleh nelayan Pantai Selatan cukup melimpah.

“Dari laporan yang kami terima, di wilayah Tanjungsari terdapat 7 warga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi ikan tongkol hitam dan untuk wilayah lain lebih dari lima orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, dr Dewi Irawaty, Jumat (6/12) seperti dikutip dari Harianmerapi.com.

Munculnya alergi terhadap warga yang mengkonsumsi ikan tongkol hitam dipicu adanya zat histamin yang dikeluarkan oleh ikan lisong. Zat tersebut merupakan akibat ketidaktepatan dalam penanganan ikan sebelum dikosumsi. Menurutnya, ikan lisong hasil tangkapan harus lebih dahulu disimpan dalam almari pendingin (Kulkas) atau frezzer untuk dibekukan agar jika dikonsumsi tidak menyebabkan alergi. Apabila disimpan pada suhu ruang lebih dari empat jam akan dapat mengeluarkan zat mengandung racun terdapat pada ikan tongkol (histamine). “Kandungan histamin pada ikan tongkol inilah diduga sebagai pemicu terjadinya alergi,” imbuhnya.

Mereka yang mengalami alergi setelah mengkonsumsi ikan tongkol ini memang berbeda-beda, diawali rasa pusing, suhu badan meningkat, gatal-gatal, sesak nafas, menggigil, diare, kram perut, mual, lemas dan lainnya.Mereka yang sudah mengalami banyak keluhan harus mendapt pertolongan medis. Terkait dengan musim panen ikan tongkol hitam ini masyarakat agar mengetahui sara-cara penanganan ikan tongkol sebelum dikonsumsi, dengan harapan agar kasus keracunan bisa dihindari. “Melalui petugas penyuluh lapangan dan puskesmas kami sudah lakukan sosialisasi agar terhindar dari kasus keracunan ikan tongkol,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui bahwa nelayan pantai selatan sejak satu bulan terakhir ini mengalami panen ikan tongkol. Melimpahnya hasil panen ikan tongkol ini menyebabkan harga di pasaran relatif murah hanya dalam kisaran Rp 15 ribu/kilogram. Sejak panen hingga saat ini terdata dari sejumlah rumah sakit rata-rata tiap rumah sakit mencapai belasan orang mengalami keracunan. Tetapi Dinas Kesehatan mendata tidak menimbulkan korban, para korban keracunan berangsur sehat setelah mendapat pertolongan medis. (Pur)

BERITA REKOMENDASI