Pupuk Bersubsidi Sulit Diperoleh, Petani Mengeluh

WONOSARI, KRJOGJA.com – Kalangan petani diKecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul mengeluhkan adanya kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi jenis Nitrogen Phosphat
Kalium (NPK), Phonska, dan SP 36. Dampak sulitnya memperoleh ketiga jenis pupuk
bersubsidi tersebut dikhawatirkan akan berdampak terhadap tanaman pangan terutama padi yang saat ini sudah membutuhkan pupuk. 

"Sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi menjadi pukulan bagi petani, karena itu kita berharap pemerintah turun tangan,” ujar Mujiyono, petani warga Desa Playen, Gunungkidul, Jumat (7/12).

Terkait dengan sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi ini pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan ketua kelompok tani, terutama untuk pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska dan SP36, tetapi ternyata stoknya telah habis dan hal itu dinilai aneh. Seharusnya stok ketiga jenis pupuk tersebut masih ada mengingat masa tanam baru berjalan 30 hari. Saat ini kebutuhan akan pupuk sangatlah penting bagi pertumbuhan tanaman pangan khususnya untuk jenis padi yakni pupuk Phonska dan SP36.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Raharjo Yuwono saat dikonfirmasi membenarkan adanya keluhan para petani terkait kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Playen. Pihaknya berjanji akan segera melakukan monitoring dan evaluasi lapangan. Bahkan saat ini pihaknya sedang melakukan pengecekan ke distributor dan sudah dilakukan pengecekan di Kecamatan Patuk masih ada 14 ton yang belum ditebus. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI