Pusat Studi Energi dan Lingkungan UAD Wujudkan Desa Peduli Sampah di Semanu

Editor: KRjogja/Gus

SEMANU, KRJOGJA.com – Pusat Studi Energi dan Lingkungan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan program pengabdian masyarakat multitahun dari tahun 2021 hingga tahun 2023 di Desa Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Program multi tahun tersebut diupayakan dapat mewujudkan desa peduli sampah yang harapannya nanti akan mendukung sektor pariwisata khususnya Desa Semanu.

Menurut Kepala Pusat Studi Energi dan Lingkungan Universitas Ahmad Dahlan Okka Adiyanto STP MSc, program-program yang akan dicanangkan multitahun tesebut merupakan integrasi pengelolaan sampah bank sampah-TPS 3R hingga bank pakan ternak. Program pada tahun pertama yaitu 2021 berupaya pada peningkatan pengetahuan bagi masyarakat dan pemangku kepentingan terkait pengelolaan sampah dan bank sampah. “Tim Pusat Studi Energi dan Lingkungan yang terlibat sebanyak delapan dosen dengan bidang keilmuan berbeda-beda,” ujarnya, Sabtu (05/06/2021).

Dikatakan Okka Adiyanto, pelaksanaan program yang pertama dilakukan pada tanggal 10 April 2021 yaitu penyuluhan tentang kesehatan dan kebersihan lingkungan, bahaya dan risiko membakar sampah, bahaya dan risiko membuang sampah tidak pada tempatnya yang disampaikan oleh Ika Dyah Kumalasari SSi MSc PhD dosen Teknologi Pangan dan Dr Alia Ariesanti SE MSi Akt CA, dosen Akuntansi. Kegiatan ini diikuti oleh 15 perwakilan dari dusun di Desa Semanu.

Program yang kedua dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2021. Terdapat empat materi yang disampaikan dalam program kedua. Penyuluhan tentang pengelolaan organisasi untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan sampah yang disampaikan oleh Endah Utami ST MT, dosen Teknik Indsutri. Sosialisasi program pemanfaatan limbah sampah dan barang bekas disampaikan oleh Isana Arum Primasari ST MT, dosen Teknik Industri. Selanjutnya tentang Sosialisasi tentang pengelolaan bank sampah yang disampaikan oleh Utaminingsih Linarti, ST MT, dosen Teknik Industri dan terakhir adalah sosialisasi pemanfaatan produk bank sampah terutama plastik, kertas dan minyak goreng bekas yang disampaikan oleh Gita Indah Budiarti, ST MT dosen Teknik Kimia.

Pada pelaksanaan program tersebut diikuti oleh 15 peserta perwakilan dari dusun yang akan dijadikan rintisan program bank sampah. Beberapa pemaparan yang disampaikan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pengelolaan sampah khususnya program bank sampah. Karena pada kondisi nyata, terkait dengan kegiatan bank sampah belum banyak dilakukan di Desa Semanu, Gunungkidul. Saat ini baru berdiri mulai tahun 2019 2 bank sampah yaitu bank sampah dusun Munggi dan Dusun Semanu, itu pun dalam pelaksanaan kegiatannya belum bervariasi dan bahkan belum memiliki gambaran kegiatan yang akan dilaksanakan.

UAD

BERITA REKOMENDASI