Putus Asa Pemicu Kasus Bunuh Diri Di Gunungkidul

WONOSARI, KRJOGJA.com – Angka bunuh diri di Gunungkidul selama enam bulan (satu semester) tahun ini cukup tinggi. Kepolisian Gunungkidul mencatat terdapat 22 warga nekat mengakhiri hidup (suicide). Dari jumlah tersebut ditemukan 20 orang tewas dan 2 berhasil diselamatkan.

Dari seluruh kasus yang terjadi, mereka mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, sedangkan 2 korban diselamatkan dengan mencebur sumur di kedalaman 20 meter. Korban terakhir pada Sabtu (8/7) menimpa Tumini (65) warga Desa Bleberan, Playen, Sabtu (8/7). "Dibandingkan angka kejadian pada 6 bulan tahun lalu, kini cukup tinggi dengan rata-rata tiap bulan hampir 4 kasus," kata Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino, Minggu (9/7).

Dari jumlah tersebut digolongkan dalam tingkat umur korban terbanyak masih pada kriteria usia antara 70- 85 tahun dan termuda 26 tahun. Sementara penyebab korban nekat mengakhiri hidup untuk usia 70-85 tahun akibat putus asa lantaran menderita sakit tidak kunjung sembuh, 16 orang lantaran depresi dan 1 korban lain akibat tekanan ekonomi
dan lainnya dalam penyelidikan. Dari sebanyak 20 orang tewas diketahui 1 laki-laki usia muda nekat mengakhiri hidup lantaran putus asa akibat gagal menikah. 

"Berbagai upaya tengah kita lakukan untuk menekan jumlah korban bunuh diri baik dengan mengoptimalkan Bintara Pembina Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) maupun pemuka masyarakat," imbuhnya.

Diakui, upaya menekan terjadinya bunuh diri bukan mutlak menjadi tanggungjawab kepolisian. Karena itu pihaknya menggalang kerja sama dengan seluruh pihak. Selain dengan pemkab, kepolisian juga mengajak tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas) untuk mencegah bunuh diri tersebut.

Dilihat dari data kejadian setiap tahun, jumlah kasus bunuh diri pada tahun ini cukup tinggi. Rentang waktu baru berjalan 6 bulan sudah terjadi 22 kasus dengan rata-rata tiap bulan hampir terjadi 3-4 kasus. Padahal tahun 2015 lalu yang dinilai cukup tinggi, selama satu tahun hanya 33 kasus. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya tercatat sebanyak 24 kasus. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI