Ranah Hukum, Gunakan Bahasa Indonesia yang ‘Sehat’

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Balai Bahasa Propinsi DIY Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menyelenggarakan Sosialisasi Layanan Bahasa dalam Ranah Hukum di lantai 3 BMT Dana Insani Wonosari, Selasa (29/06/2021). Kegiatan ini diikuti peserta dari Polri, TNI, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Dinas Kominfo, Bagian Hukum Pemkab dan bagian pemerintahan serta pewakilan media massa.

“Program ini bertujuan memberikan edukasi tentang penggunaan Bahasa Indonesia yang sehat dan aman. Artinya ketika menulis tidak ‘sembrono’ (asal-asalan). Sebelum menulis perlu dipikirkan dahulu efek kepada mitra, pemirsa maupun masyarakat,” kata Kepala Balai Bahasa DIY Drs Imam Budi Utomo MHum didampingi Ketua Panitia dr Joni Indardi.

Diungkapkan, penggunaan bahasa yang tidak tepat akan menimbulkan ujaran kebenciaan, penghinaan hingga pencemaran nama baik. Hingga akhirnya akan terjadi perang bahasa. Melalui kehadiran aparat kepolisian, TNI maupun instansi lain diharapkan dapat menggunakan Bahasa Indonesia lebih baik.

“Bahkan sekarang ini muncul 1.700 kasus berita hoax setiap hari di Indonesia. Sehingga penggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat penting disosialisasikan kepada masyarakat, termasuk penegak hukum,” jelasnya.

dr Joni menambahkan, sekarang ini perlu digalakkan tentang utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan Bahasa Daerah dan kuasai bahasa asing. Melalui sosialisasi selama tiga hari, juga akan dibentuk rekomendasi tentang apa saja hal yang perlu dilakukan dalam mendukung penggunaan Bahasa Indonesia yang semakin baik.

“Bahkan rencananya akan dibuat halaman lab forensic kebangsaan. Sehingga perkembangan era teknologi juga harus diikuti,” ucapnya. (Ded)

BERITA REKOMENDASI