Ratusan Sumber Air di Gunungkidul Mengering

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Kekeringan tidak hanya melanda wilayah selatan, sejumlah desa dan kecamatan di zona tengah dan utara juga dilanda kesulitan air. Kecamatan Karangmojo yang selama ini aman dari kekeringan beberapa minggu terakhir sudah minta droping air.

Hal serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Semin, Ngawen dan Ponjong. Ratusan, bahkan ribuan sumur gali yang dimiliki warga sudah mulai mengering. Beberapa di antaranya sudah harus diperdalam atau dikeruk untuk mendapatkan mata air baru.

Baca juga :

Yayasan GPC Bantu Bedah Rumah Warga di Semin
Tekan Penderita Sunting di Gunungkidul, Ini Langkahnya

“Kemarau panjang tahun ini membuat sebagian wilayah Karangmojo harus minta droping air. Sekarang ini mendapatkan kiriman dari sekretariat daerah (sekda),” kata Kaur Pemerintahan Desa Ngawis, Kecamatan Karangmojo Rinda Risnata SPd.

Hal serupa juga dikatakan Kepala Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo H Yanto. Menurutnya, ratusan sumur gali kandungan airnya sudah berkurang banyak, di antaranya bahkan sudah mengering.

Camat Ngawen Slamet Winarno SSos MM juga mengakui sebagian wilayahnya sudah kesulitan air. Sumur gali yang menjadi andalan warga masyarakat tidak cukup lagi menyuplai kebutuhan air bersih.

Kekeringan juga terjadi di wilayah Kecamatan Semin, sebagaimana dikatakan Anggota DPRD Gunungkidul Gunawan SE, sumur gali sudah tidak cukup air. Bahkan, Gunawan yang juga Ketua Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Gunungkidul bersama MKGR DIY melakukan aksi sosial membantu air sebanyak 100 tangki di wilayah Kecamatan Semin dan sekitarnya. “Termasuk membantu sebagian wilayah Kecamatan Karangmojo,” tambahnya.

Sementara Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Wonosari, selain sudah melakukan revitalisasi sumur-sumur yang terhenti pemanfaatannya, seperti di Karangrejek, Gombang, Bribin, kini sudah merencanakan eksploitasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Tanjungsari dengan memanfaatkan sumber air Pantai Baron. Program ini, menurut Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Handayani Wonosari Isnawan Fibrianto SE MT, akan direalisasi tahun 2020.

Pengelolaan Spam Tanjungsari diharapkan mampu menyuplai kebutuhan air bersih lewat sambungan pipa untuk wilayah Tanjungsari, Tepus, Saptosari sebanyak 5.000 KK atau 25.000 jiwa. Spam Tanjungsari juga dalam rangka menjamin kebutuhan air wisatawan di sepanjang pantai selatan, Baron-Kukup-Krakal-Sundak-Drini dan sekitarnya.

Pada tahun 2021 sudah direncanakan untuk pengembangan Spam di Kecamatan Purwosari dan Kecamatan Semin. Di Purwosari peruntukannya sama dengan di Tanjungsari, untuk suplai kebutuhan air penduduk dan wisatawan. (Ewi)

BERITA REKOMENDASI