Rawan Kecelakaan, Mobil Barang untuk Angkut Penumpang Ditindak

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Kepolisian Gunungkidul prihatin terkait sering terjadinya kecelakaan lalu-lintas yang disebabkan karena pelanggaran peruntukan kendaraan angkutan barang digunakan untuk angkutan penumpang. Selama satu bulan terakhir ditemukan dua kasus kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa dan puluhan orang terluka. 

Baca Juga: Calon Pengantin Pria dan Ibunya Tewas Kecelakaan, Rencana Pernikahan Gagal

Dari data yang dihimpun kepolisian kecelakaan lalu-lintas akibat pelanggaran peruntukan kendaraan bermotor berada di wilayah perbatasan, yakni di Kecamatan Ngawen dan Ponjong daerah perbatasan  antara Gunungkidul dengan Jawa Tengah. “Kita akan gencarkan razia dan akan menindak tegas pelanggar peruntukan kendaraan bermotor tersebut,” kata Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP Anang Tri Nuvian  kepada KRJOGJA.com, Kamis (15/08/2019).

Mobil angkutan barang bak muatan terbuka  diatur  dalam Pasal 5 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan  yang pada intinya mengatur bahwa kendaraan bermotor jenis mobil barang itu meliputi mobil bak muatan terbuka, mobil bak muatan tertutup, mobil tangki dan  mobil penarik. Mobil jenis ini termasuk truk, dilarang untuk angkutan penumpang dan jika itu dilakukan harus ditindak tegas. 

Dalam Undang-Undang No  22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan(UU LLAJ) itu dikenal istilah mobil penumpang dan mobil barang atau pasal 47 ayat (2) UU LLAJ yang menyebutkan bahwa kendaraan bermotor dikelompokkan berdasarkan jenis, sepeda motor, mobil penumpang dan  mobil jenis bus. Selain itu juga ditentukan tentang jenis  mobil barang dankendaraan khusus. “Kalau mobil untuk angkutan barang sudah secara jelas tidak boleh digunakan untuk angkutan penumpang, karena melanggar peruntukan,” imbuhnya.

Diakui memang kebijakan tersebut juga terdapat  pengecualian sesuai  Pasal 137 ayat (4) UU LLAJ  yakni mobil barang  bisa digunakan untuk angkutan orang, kecuali rasio kendaraan bermotor untuk angkutan orang, kondisi geografis, dan prasarana jalan  belum memadai. Atau untuk kepentingan lain berdasarkan pertimbangan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau Pemerintah Daerah karena berkaitan dengan geografi dan sebagainya. 

Baca Juga: Di Purworejo Honda Brio Tabrak Bus, Dua Tewas

Tetapi untuk Kabupaten Gunungkidul tidak berlaku, karena sarana dan prasarana jalan maupun ketersediaan sarana transportasinya  cukup memadahi. Karena itu jika masih ditemukan adanya mobil angkutan barang digunakan untuk mengangkut penumpang akan ditindak tegas. “Peran seluruh pihak kita harapkan agar agar kasus kecelakaan lalu-lintas yang disebabkan karena melanggar peruntukan bisa dicegah,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI