Rencana Penataan Lapak Pedagang Sepanjang Ditunda

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Rencana penataan lapak pedagang Pantai Sepanjang terpaksa ditunda karena tidak adanya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) pada tahun 2018. Anggaran penataan dimasukkan dalam APBDP, karena rencana perubahan ditolak Gubernur, banyak rencana yang tidak dapat direalisasikan.

”Termasuk di antaranya rencana relokasi lapak pedagang di pinggir Pantai Sepanjang,” kata Camat Tanjungsari Rakhmadian Wijayanto AP MSi.

Sebagaimana diketahui pasca gelombang tinggi yang menghancurkan lapak-lapak pedagang di sepanjang pantai selatan, pemerintah melakukan penataan. Untuk penataan pedagang Pantai Sepanjang tidak dapat serta merta karena belum tersedia tempat relokasi.

Tanah-tanah di sekitarnya sebagian hak pribadi masyarakat, sementara untuk tanah Sultan Ground (SG) sudah digunakan untuk pembuatan garam, sehingga untuk relokasi harus melakukan pembelian tanah masyarakat. Anggaran tersebut dimasukkan dalam APBDP. ”Karena tidak ada APBDP berarti tidak bisa membeli tanah,” tambahnya.

Tetapi para pedagang sudah menyatakan kesiapannya untuk direlokasi manakala pemerintah sudah menyiapkan tempatnya. Ironisnya, pedagang Pantai Sepanjang justru membangun lapak permanen. Menurut Sukandar, seorang pedagang mereka sadar jika dibangun permanen tidak rusak diterjang gelombang. Lapaknya, sejak dulu dibangun permanen, ketika milik pedagang lain rusak, lapak Sukandar masih berdiri kokoh.

Sementara relokasi 27 pedagang di kawasan pasiran Pantai Drini sudah ditemukan titik relokasi. Relokasi sementara , pedagang akan menempati lokasi terminal di Pulau Drini. Sementara terminalnya dipindahkan ke tempat lain.

Kelanjutannya juga terkendala tidak ada APBDP. Relokasi sekarang baru tahap awal, sifatnya sementara, karena masih harus menunggu Detail Engineering Design (DED) dan Master plan. Atas dasar tersebut Pemkab Gunungkidul akan mengajukan permintaan anggaran Dana Keistimewaan (Danais) kepada Gubernur DIY.

”Dalam relokasi ini membutuhkan banyak biaya, selain pembuatan kios-kios pedagang, juga akan membuat instalasi limbah agar kawasan relokasi tetap bersih dan tidak ada pencemaran limbah,” tambahnya. b

BERITA REKOMENDASI