Rencana Rekrutmen PPPK, Pemkab Tunggu Pusat

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Pemkab Gunungkidul menunggu pemerintah pusat terkait dengan rencana rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Khusus (PPPK). Kebijakan yang diambil sebagai upaya penyelesaian tenaga honorer yang tidak bisa masuk dalam seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), akibat terganjal sejumlah persyaratan tersebut hingga saat ini masih dikoordinasikan.

“Beberapa daerah termasuk Gunungkidul sudah melakukan persiapan dan menunggu aturan dan proses pelaksanaannya,” kata Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Drs Sigit Purwanto MSi.

Dikatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu regulasi pengangkatan PPPK dari pemerintah pusat. Jika nantinya regulasi itu resmi diumumkan di daerah, tentu akan segera melakukan tindak lanjut proses perekrutan mengingat selama ini masih ada banyak formasi jabatan yang kosong.

Adapun mengenai formasi apa saja yang nantinya akan dipersiapkan jika PPPK ini diterapkan di Gunungkidul, pihaknya belum dapat mengetahui secara pasti. Pasalnya penyusunan formasi melalui eformasi dan jumlah kebutuhan masih belum diketahui secara pasti.

Dengan demikian, pihaknya masih belum bisa menentukan langkah jika nantinya PPPK benar-benar diterapkan. “Kebutuhannya berapa dan nanti formasinya apa saja kita masih menunggu, petunjuk dari pusat,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memiliki kuota CASN sebanyak 434 formasi. Namun dari jumlah tersebut baru terisi 388 posisi, sehingga masih memiliki sisa kuota sebanyak 46 yang belum terisi. Terlebih selama beberapa tahun tidak adanya pengangkatan CASN Gunungkidul kekurangan pegawai di beberapa bidang.

Jumlah terbanyak berada pada bidang pendidikan dan kesehatan. Tentu hal ini yang menjadi pekerjaan pemerintah untuk dapat segera diselesaikan sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa berlangsung maksimal. “Kita berharap kekurangan pegawai negeri di Gunungkidul segera mendapat solusi,” ucapnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI