Sampai Kapan Gunungkidul Didroping Air?

WONOSARI (KRjogja.com) – Permasalahan air di Gunungkidul selalu muncul ketika musim kemarau tiba. Bahkan sudah menjadi rutinitas pemkab melaksanakan droping air untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun droping bukan merupakan langkah tepat menyelesaikan masalah kekeringan.

"Diperlukan langkah bersama-sama baik pemda, PDAM, Paguyuban Pengelola Air Bersih dan berbagai pihak untuk mengatasi hal tersebut," kata Sekretaris DPD PAN Gunungkidul
Anwarudin dalam keterangan persnya kepada wartawan, Jumat (02/09/2016).

Diungkapkan, DPD PAN berencana menggelar diskusi publik berkaitan memecahkan masalah air pada, Minggu (04/09/2016). Kegiatan akan menghadirkan narasumber Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSOS, Direktur PDAM, Paguyuban Pengelola Air Minum Masyarakat Yogyakarta (Pamaskarta), LSM dan pihak terkait. "Hasil dari diskusi publilk tersebut akan direkomendasikan kepada pemkab agar bisa mengatasi kekeringan dengan lebih maksimal," jelasnya.

Anwarudin menuturkan, berdasarkan data Bappeda, Gunungkidul memiliki 7 potensi sumber air bawah tanah meliputi Baron, Bribin, Grubug, Ngobaran, Seropan, Sumurup dan Toto. Namun baru sedikit yang dimanfaatkan seperti Baron, Bribin dan Seropan. (Ded)

 

BERITA REKOMENDASI