Sapi Mati di Gunungkidul Bakal Ditanggung Asuransi

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dipertangan) Gunungkidul akan sosialisasikan program asuransi usaha tani diselenggarakan Kementerian Pertanian untuk memberikan perlindungan kepada para petani.

Program ini dituangkan dalam program pemerintah nomor 01/KPTS/SR.230/B/01/2020 tetang pedoman bantuan premi asuransi usaha tani. Untuk pengalihan risiko kerugian usaha tani, agar setiap usaha tani terjamin keberlangsungannya. Asuransi ini, khusus untuk sapi dan kerbau bertujuan untuk memberikan perlindungan usaha peternakan jika terjadi kematian dan atau kehilangan melalui skema bertanggungan asuransi. Simulasinya dengan nilai pertanggungan Rp 10 juta, peternak membayar premi sebesar 2 persen atau Rp 200 ribu dalam setahun.

“Tetapi, karena asuransi ini bantuan program pemerintah, peternak hanya diminta membayar 20 persen dari premi atau sebesar Rp 40 ribu,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Ir Bambang Wisnu Broto, Jumat (7/2/2020).

Tidak seluruh sapi atau kerbau peternak yang ada di Gunungkidul dapat dijamin asuransi, prioritas yang ditanggung asuransi sapi program pemerintah disebut Sapi dan Kerbau Andalan (Sikomandan).

Persyaratan yang lain, hanya sapi betina minimal berusia 1 tahun, masih produktif serta sehat diterangkan oleh petugas kesehatan hewan setempat. Jenis usaha peternakan yang dijamin hanya pembibitan dan pembiakan. Artinya usaha peternakan yang lain, seperti usaha penggemukan tidak termasuk kreteria yang dapat diasuransikan.

Ternak tersebut juga terdaftar dalam kartu ternak, jumlahnya juga dibatasi setiap peternak hanya boleh menyertakan maksimal 15 ekor. “Dalam hal ini diprioritaskan usaha peternakan skala kecil,” tambahnya.

Risiko yang dijamin, mati karena beranak, penyakit antraks, brosursis, ngorok, tbc sapi, saluran kelamin, keluron, penyakit jembrana pori-pori, mulut dan kuku, mati karena kecelakaan, hilang karena kecurian dan beberapa penyakit lain yang terdaftar dalam surat kementerian pertanian.

Khusus untuk di Gunungkidul bantuan asuransi ini merupakan momentum yang tepat, karena bersamaan dengan kasus antrak yang terjadi di Desa Gombang, Kecamatan Ponjong. Harapannya, ternaknya yang memebuhi persyaratan sebagaimana yang ditentukan oleh pemerintah dapat diasuransikan. Sehingga jika terjadi kematian ternak karena penyakit yang ditanggung oleh asuransi dapat mendapatkan ganti rugi. Hal ini juga dapat untuk mencegah terjadinya perdagangan sapi mati. Sekaligus dapat menanggulangi penyebaran penyakit antraks.

“Sehubungan pendaftaran asuransi ini menggunakan aplikasi online, peternak yang akan mengikuti program ini dalam pendaftaran akan didampingi oleh pertugas peternakan yang ada di kecamatan-kecamatan,” ujarnya.(Ewi)

BERITA REKOMENDASI