Satu Warga Gunungkidul Meninggal Terserang DBD

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk mewaspadai terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinkes mencatat, sedikitnya sudah ada 12 pasien yang opname akibat terindikasi penyakit demam berdarah. Dari jumlah tersebut terdapat 1 orang meninggal dunia karena terlambat mendapat pertolongan.

"Pasien tersebut berumur 11 tahun dan dibawa ke RSUD dalam keadaan sudah terlambat," kata dr Triyani dari RSUD Wonosari.

Baca juga :

Desain Tol Yogya Berpeluang Diubah, Simpang Monjali Bakal Hilang
Malioboro Bakal jadi Kawasan Bebas Rokok

Jika melihat siklus 5 tahunan, pada tahun 2020 ini diprediksi menjadi puncak meningkatnya kasus DBD. Sebenarnya baik siklus 4 tahunan maupun 5 tahunan harus tetap harus diwaspadai. Untuk pasien yang datang ke RSUD Wonosari karena penyakit demam berdarah sejak Desember 2019 lalu total ada 42 pasien demam berdarah yang ditangani oleh RSUD Wonosari.

Jika ditotal, selama tahun 2019 lalu, ada 297 pasien demam berdarah yang dirawat di RSUD Wonosari. Namun demikian di tahun 2019 berhasil diantisipasi dan tidak ada korban yang meninggal. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama dengan tahun lalu, pada Januari ini ada kecenderungan mangalami peningkatan. "Karena itu kewaspadaan harus tetap kita lakukan," ucap Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, dr Dewi Irawaty.

Pihaknya tidak akan memandang apakah ada siklus 5 tahunan atau tidak. Upaya antisipasi akan terus dilakukan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk itu bisa diantisipasi. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI