SD Wonolagi Miliki 1 Guru dan 9 Siswa

Editor: Ivan Aditya

DUA siswa kelas enam SD Wonolagi, Ngleri, Kecamatan Playen Ahmad Syarifudin dan Candra Restu Prayoga nampak begitu serius ketika salah seorang gurunya, Jumidah memberikan materi pelajaran. Sesekali Jumidah mendatangi satu per satu meja muridnya menjelaskan sejumlah materi pelajaran. Suasanya tersebut memang sangatlah berbeda dengan sekolah pada umumnya, karena kelas VI di SD Wonolagi hanya berjumlah 2 siswa.

“Memang SD Wonolagi berada di wilayah terpencil. Kelas enam hanya terdapat 2 siswa,” kata Jumidah usai memberikan materi pelajaran, Kamis (08/09/2016).

Jumlah seluruh siswa di SD Wonolagi hanya 9 anak. Kelas 1 terdapat 4 anak, kelas 5 yakni 3 siswa dan kelas 6 hanya 2 anak. Bahkan jumlah gurunya yang semula 3 orang, kini hanya Jumidah seorang diri yang berstatus PNS. Jumidah dibantu Tri Hariyatun wiyata bakti yang menjadi penjaga sekolah.

“Kesulitannya sekolah membutuhkan tambahan guru. Jika bisa laki-laki dan PNS serta ikhlas mengabdi di SD Wonolagi yang berada di daerah terpencil. Karena jarak dari SD menuju UPT TK/SD saja mencapai 7 kilometer. Bahkan akses jalur pintas menuju Kecamatan Patuk harus melewati jembatan gantung di Sungai Oyo,” imbuhnya.

Jumidah mengaku cukup senang bisa mengajar di SD Wonolagi. Sekalipun jumlah siswanya sedikit, semangat belajar anak-anak cukup tinggi. Bahkan saat sudah waktunya pulang sekolah, banyak siswa yang tetap bersemangat untuk belajar. Ia berharap SD Wonolagi bisa mendapatkan Surat Keputusan sebagai sekolah layanan khusus, sehingga bisa memberikan layanan secara maksimal kepada para peserta didik.

Ditemui terpisah, Dukuh Wonolagi Tawikan menambahkan, masyarakat tetap berharap SD Wonolagi masih berjalan. Karena jika sekolah ditutup, maka anak-anak akan kesulitan mengakses layanan pendidikan. Jarak Dusun Wonolagi untuk menuju sekolah lain mencapai 5 kilometer. Oleh sebab itu masyarakat tetap berharap pemerintah mempertahankan layanan pendidikan di SD Wonolagi. (Ded)

BERITA REKOMENDASI