Sejumlah Objek Wisata di Gunungkidul Resmi Tutup

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Gunungkidul tutup dan tidak memberikan pelayanan terhadap wisatawan sampai menunggu situasi aman dari penyebaran virus korona hingga kondisinya membaik. DInas Pariwisata sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah destinasi dan sudah banyak lokasi wisata yang tutup diantaranya Goa Pindul, wisata hutan di Girisuko, Kalisuci dan sejumlah obwis lainnya.

“Untuk kawasan wisata lain kami masih terus berkoordinasi dan dari hasil pemantauan di sejumlah objek wisata pantai selatan mulai sepi pengunjung,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul Harry Sukmono, Minggu (22/3/2020).

Ditambahkan salah seorang pengelola Kali Suci, Semanu, Gunungkidul Suyanto pihaknya memutuskan menutup sementara cave tubing (penyusuran) objek wisata minat khusus Goa Kalisuci hingga waktu yang belum ditentukan sampai batas waktu menunggu situasi kondusif.Sejak adanya pandemi korona penurunan kunjungan sampai 75 persen padahal untuk libur akhir pekan jumlah wisatawan cukup banyak mencapai ratusan pengunjung. Saat ini seluruh pelaku wisata menghentikan aktifitas dan selama tidak melayani wisatawan dilakukan pemenyemprotkan desinfektan ke sekitar obwis.

“Antisipasi penyebaran virus korona kita lakukan dengan penyemprotan desinfektan di sejumlah objek wisata,” ucapnya.

Sementara untuk kawasan objek wisata pantai selatan, meskipun secara resmibelum ada kebijakan penutupan, tetapi sejak Sabtu dan Minggu (21/3-22/3) kemarin sepi pengunjung. Seluruh ruas jalan menuju objek wisata termasuk Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) sepi pengguna jalan. Dari Pantai Purwosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari, Tepus dan Kecamatan Girisubo sepi pengunjung. Berbagai aktifitas perekonomian tidak terlihat dan beberapa warung memilih untuk tutup lantaran sepi pengunjung. Dari data sejumlah pelaku wisata, banyak biro-biro wisata membatalkan kunjungan ke Gunungkidul dan menunda sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

“Sejumlah pantai sudah satu minggu ini sepi pengunjung dan puncaknya pada dua hari ini,” ucap Surisdiyanto Sekretaris SAR Linmas Korwil II Gunungkidul Minggu (22/3/2020).

Dampak sepinya wisatawan ke Gunungkidul dirasakan pelaku usaha rumah makan, pedagang souvenir maupun toko oleh-olek khas Gunungkidul. Dari hasil pantauan Dinas Perdagangan Gunungkidul lebih dari 50 persen pemilik usaha tutup. Termasuk sejumlah pasar baik di pasar induk Argosari maupun pasar tradisional, terjadi penurunan pengunjung bahkan beberapa pasar terlihat sepi. Tetapi sampai saat ini belum ada kebijakan penutupan pasar dan saat ini pihak pengelola pasar diimbau untuk melakukan langkah dan antisipasi mencegah penyebaran virus korona.
“Kami sudah melakukan langkah-langkan antisipasi,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul Johan Eko Sudarto.(Bmp)

BERITA TERKAIT