Siklus 5 Tahunan, 900 Kasus DBD Terjadi di Gunungkidul

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul tahun ini masih cukup tinggi dan memasuki siklus lima tahunan. Angka peningkatan kasusnya ditengarai cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mencatat sampai akhir Juli 2020 lalu, jumlah kasus mencapai lebih dari 900.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Gunungkidul, dr Sumitro MSc mengatakan akumulasi data dari bulan Januari sampai dengan Agustus ini mencapai 916 kasus. ”Khusus untuk bulan Agustus 2020 hingga saat ini belum ada laporan baik dari rumah sakit maupun puskesmas yang menangani pasien DBD,” katanya.

Mengacu berdasarkan data tersebut, puncak kasus DBD dalam setiap tahun biasanya terjadi pada terjadi pada bulan Februari dan Maret dan tercatat sebagai penyumbang tertinggi kasus DBD. Khusus untuk tahun ini penambahan kasus sangat banyak, yakni mencapai 265 kasus.

Kondisi tersebut berangsur menurun meskipun pertambahannya masih terus terjadi. Sedangkan untuk bulan April biasanya sudah mulai turun dan penambahannya dilaporkan ada 131 kasus, bulan Mei, Juni, Juli juga berangsur turun.

”Karakteristik penambahan kasus dari bulan ke bulan selalu berbeda tetapi kecenderungan terjadi peningkatan pada saat intensitas hujan meningkat,” imbuhnya.

Berdasarkan wilayah pemetaan dan kajian lapangan mengacu pada realitas data lapangan, sebaran wilayah endemik DBD terjadi di sejumlah Kapanewon Karangmojo, Ponjong, Wonosari dan Patuk. Dari sejumlah kasus yang terjadi pada tahun ini ditemukan terdapat 4 orang penderita DBD yang meninggal dan berasal dari wilayah endemik tersebut.

Karena penyakit DBD masih sering terjadi pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, tetap menjaga kebersihan lingkungan dan berperan aktif dalam memutus matarantai kehidupan nyamuk penyebab DBD. ”Antisipasi dan kewaspadaan harus tetap dilakukan agar terhindar dari penyakit DBD,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI