Taman Bunga Amarilis Patuk Tebar Pesona

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Bulan Desember ini, Taman Bunga Amarilis di Pedukuhan Ngasemayu, Desa Salam, Kecamatan Patuk mekar kembali. Bedanya, tahun ini tidak berbunga seperti biasanya, akibat gangguan hujan yang terjadi di Gunungkidul, kesuburannya kurang, tinggi batang normalnya 60 cm sampai 70 cm, tetapi sekarang ini kurang dari itu. Pertumbuhan bunga yang selama ini menjadi objek wisata tahunan dapat disebut minimalis.

Jumlah pengunjungpun tidak seperti biasanya. Wisatawan bunga tidak berbondongbondong, jumlah seharinya hanya ratusan orang. ”Tahun-tahun sebelumnya, sehari bisa seribu, dua ribu orang yang datang. Sekarang hanya ratusan orang,” kata Sukadi salah satu pemilik kebun bunga amarilis.

Sebenarnya para pemilik kebun bunga sudah berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan air taman yang terletak di jalan Wonosari-Yogya Km 25 ini. Kendati demikian jadwal untuk dapat membeli air tidak selalu tepat, karena harus bergantian dengan pelayanan kebutuhan air bersih penduduk wilayah kekeringan.

Sukadi sudah menghabiskan 5 tangki air untuk mencegah kekeringan, tetapi jadwal dropping tidak teratur yang efeknya tidak maksimal. ”Akibatnya pertumbuhan bunganya tidak bisa normal seperti biasanya,” ucapnya.

Meski tidak tumbuh dan berkembang seperti biasanya, taman amarilis tetap masih menarik perhatian wisatawan bunga. Hanya, jumlahnya menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jumlah pendapatan pemilik taman juga menurun padahal usia bunga hanya dua minggu.

Walaupun masih ada sekitar 40 persen yang belum berbunga. Artinya, jika 60 persen yang berbunga kemudian layu, 40 persen yang lain akan menyusul berbunga.

Camat Patuk R Haryo Ambar Suwardi SH MSi mengakui menurunnya antusias masyarakat untuk menyaksikan bunga amarilis. Namun, karena hujan adalah faktor alam yang bisa dilakukan terus berdoa agar hujan lebat turun secara teratur. ”Ke depan mungkin perlu dipikirkan di bangun embung di dekat Taman Bunga Amarilis,” ujarnya. (Ewi)

BERITA REKOMENDASI