Tanah Ambles Ancam 30 Rumah Warga Panggang

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Gunungkidul semakin meluas dan bencana alam terbanyak awal tahun ini adalah tanah ambles di lima titik hingga Kamis (09/01/2020). Tanah ambles tersebut terjadi di Kecamatan Girisubo 2 lokasi, Rongkop 1 lokasi, Tepus 1 lokasi dengan warga terdampak 7 Kepala Keluarga (KK) dan terparah di Kecamatan Panggang sebanyak 21 KK dan lebih dari 30 rumah terancam.

Tanah ambles di Kecamatan Panggang terjadi Desa Giriharjo tersebut kini cukup meresahkan dan jika hujan deras dikhawatirkan terus meluas. ”Antisipasi tanah ambles di Panggang sudah kami lakukan dengan melakukan penutupan, tetapi ambles lagi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Edy Basuki MSi.

Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, bencana tanah ambles di Kecamatan Panggang diketahui sejak Rabu (08/01/2020) tengah malam setelah wilayah itu diguyur hujan cukup deras. Fenomena itu mengagetkan warga sekitar lantaran sebelumnya belum pernah terjadi dengan luasan tanah ambles seperti saat ini tidak hanya satu tempat, tetapi di banyak tempat dalam satu lokasi permukiman.

Kejadian serupa memang pernah terjadi tetapi tidak sebanyak saat ini. Meskipun demikian BPBD Gunungkidul belum merekomedasi ke-21 KK tersebut mengungsi, kecuali jika terjadi hujan deras dalam durasi lama dan berpotensi harus mengambil langkah dan tindakan.

Kewaspadaan harus dilakukan mengingat saat ini cuaca ektrem tengah melanda beberapa daerah termasuk di Gunungkidul, DIY. ”Dari 21 KK, terdapat 5 KK dalam ancaman terbesar yang kini terus diwaspadai,” imbuh Sekdes Giriharjo, Muharyanto.

Ke-21 KK yang berpotensi terancam tersebut yakni rumah milik Mudiyono warga Panggang I, Giriharjo, Suhari, Yanhuri, Sartono, Parno, Pradro Wiyadi, Tumidiyanto, Tuyatiyo, Riyanto, Muhyidin, Noto Sumarno, Adi Sumarno, Narto Sumarno, Suwadi, Rubiyo, Ny Sakirah, Sagiyo, Yatmo Rejo dan Jarwo. Mereka itu membangun rumah dan bermukim di tanah ambles ini sudah sejak nenek moyangnya, tetapi mengalami peristiwa tanah ambles baru saat ini.

Dari keterangan warga sekitar kawasan yang dihuni tersebut memiliki tanah berongga dan banyak ditemukan luweng. ”Kami berharap pemerintah turun tangan agar warga terhindar dari dampak ambles susulan yang berpotensi menimbulkan korban,” ucapnya.

Terkait dengan bencana tanah ambles, baik di Girisubo, Tepus, Rongkop dan beberapa lokasi lain, BPBD sudah melakukan atisipasi. Selain melakukan penutupan tanah yang ambles dengan menggunakan batu juga pemasangan bronjong untuk mengantisipasi ambles susulan semakin meluas.

Selain itu Pemkab Gunungkidul juga sudah melakukan kajian dengan melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang hasilnya kini dijadikan acuan maupun rujukan untuk melakukan antisipasi. Secara geografis, Kabupaten Gunungkidul memiliki daerah perbukitan kapur dengan karakteristik tanahnya berongga, banyak luweng dan sungai bawah tanah.

”Hal itulah diduga menjadi penyebab terjadinya tanah ambles di sejumlah tempat dan tahun lalu terdapat lebih dari 20 titik tanah ambles terdampak cuaca ekstrem,” terang Edy Basuki. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI