Tanah Ambles di Ngampo, Ratusan Pohon Jati Terkubur

Editor: KRjogja/Gus

WONOSARI (KRjogja.com) – Kendati banjir akibat dampak Siklon Tropis Cempaka sudah semakin surut, namun bencana alam masih terjadi di wilayah Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Setelah banjir mereda, kini di sejumlah wilayah di Gunungkidul justru terjadi bencana tanah ambles.

Kejadian terakhir diketahui di ladang Dusun Ngampo, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Rabu (6/12) dinihari. Berbagai jenis tanaman pangan dan ratusan pohon jati terkubur ke dalam tanah seluas kurang lebih 1 hektare yang ambles dengan kedalaman mencapai hampir 30 meter. Bencana tanah amblas tersebut tercatat paling parah dibanding sebelumnya, dengan menimbulkan kerugian besar meliputi puluhan hektare tanaman pangan di sekitarnya.

"Tanah yang ambles di Ngampo ini seluas kurang lebih 1 hektare, sehingga membuat warga cemas dan takut melakukan aktivitas di sekitar lokasi," ungkap Suwito Rejo (70), warga Ngampo.

Baca juga: 
Waspada! Banyak Tanah Ambles di Gunungkidul

Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, karena lokasi tanah ambles jauh dari permukiman warga dan untuk menjangkau lokasi bencana harus berjalan kaki sekitar 1 kilometer. Sebelum kejadian, lokasi bencana terendam banjir saat hujan deras beberapa hari lalu. Lokasi kejadian juga berdekatan dengan luweng dan sungai bawah tanah alur Ngingrong dan taman geopark Jalan Mulo-Tepus.

Sebelum ambles, tanah di lokasi kejadian terendam air setinggi 25-30 meter dan menyebabkan sekitar 20 ha tanaman pangan, tanaman keras termasuk pohon jati mati. Diduga karena terdapat sungai bawah tanah dan rongga di dalamnya, tekanan banjir besar menyebabkan lapisan atas tidak kuat menahan luapan banjir dan akhirnya tanah di permukaan pun ambles.

"Kejadian itu diketahui beberapa hari kemudian setelah warga sekitar lokasi mendengar suara gemuruh di sekitar lokasi dan pagi harinya diketahui ladang Ngampo sudah amblas seluas kurang lebih 1 ha," imbuhnya. (Bmp/Dev)

 

BERITA REKOMENDASI