Tanam Padi dan Budidaya Lele, Ponpes di Gunungkidul Gunakan Metode Hidroganik

Editor: KRjogja/Gus

WONOSARI, KRJOGJA.com – Pondok Pesantren Al Hikmah II Karangmojo Gunungkidul bersama dosen Institut Pertanian Stiper (Instiper) berkreasi memanfaatkan lahan kritis di kawasan pondok. Menggunakan metode hidroganik, pesantren tersebut memulai tanam padi dan budidaya lele secara bersamaan untuk mendukung ketahanan pangan.

Tiga dosen Instiper yakni Erick Firmansyah, Hangger Gahara Mawandha dan M. Prasanto Bimantio, mengkoordinasi secara langsung proses pembuatan hingga pembudidayaan. Mereka juga melaksanakan diskusi kelas untuk memberikan pemahaman menyeluruh pada pengurus dan para santri agar mampu membuat instalasi hidroganik mandiri.

“Instalasi hidroganik yang terpasang telah digunakan untuk budidaya padi dan ikan lele. Kapasitas tebar benih lele di instalasi hidroganik berjumlah 2500 bibit. Harapannya program ini mampu meningkatkan kesadaran dalam mewujudkan kemandirian pangan. Kesadaran yang tumbuh kemudiaan diikuti dengan peningkatan pengetahuan untuk mewujudkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan non produktif,” ungkap Erick Firmansyah melalui rilis tertulis, Sabtu (28/11/2020).

Hidroganik merupakan sistem pertanian yang menggabungkan budidaya tanaman dan budidaya ikan air tawar di dalam satu sistem yang saling terhubung. Instalasi hidroganik terdiri dari kolam ikan dan pipa tanam di mana nutrisi bagi tanaman sepenuhnya diperoleh dari sisa pakan dan kotoran ikan yang terlarut dalam bak ikan.

“Instalasi hidroganik terdiri dari kolam ikan dan pipa tanam. Kolam ikan dan penyangga pipa dibuat dengan kerangka galvanis. Kolam ikan menggunakan asbes sebagai dinding dan coneblock sebagai alas. Terpal digunakan sebagai pelapis kedap air dengan ukuran lebar 1,2 m, panjang 12 meter, dan tinggi 1,2 cm. Pipa tanam dibuat menggunakan bahan PVC diameter 3 inci. Setiap 20 cm dibuat lubang tanam dengan diameter 10 cm,” imbuh Erick.

BERITA REKOMENDASI