Tanpa Penerangan Jalan, Kawasan Hutan Bunder Gelap

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di ruas jalan nasional, khususnya di sepanjang Hutan Bunder, Patuk, Gunungkidul banyak yang mati dan dikeluhkan banyak pihak. Jika pemerintah kabupaten tidak melakukan perbaikan dikhawatirkan berpotensi menimbulkan berbagai gangguan karena berpotensi terjadinya aksi kejahatan.

”Sudah beberapa minggu ini kawasan Hutan Bunder hingga Tleseh yang berada di ruas jalan nasional ini mati dan hingga kini belum diperbaiki,” kata Rohmadi, pengguna jalan warga Kecamatan Playen, Gunungkidul.

Menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul akan mengambil alih perbaikan LPJU di kawasan Hutan Bunder. Meski berada di kawasan jalan nasional dan merupakan kewenangan Satuan Kerja (Satker) Kementerian Perhubungan dan Balai Pengawas Transportasi Darat (BPTD), namun perbaikan ini terasa sangat mendesak sehingga harus diambil alih demi kepentingan masyarakat.

”Kantor Kementerian Perhubungan berada di Semarang dan kita akan lakukan perbaikan ini,” kata Kepala Bidang LPJU dan Perparkiran Dishub Gunungkidul, Eli Susanto.

Namun demikian untuk saat ini tengah kehabisan material untuk perbaikan LPJU tersebut dan saat ini Dishub sedang menyusun dokumen pengadaan barang. Selain itu melakukan pendataan berapa LPJU yang mati. Karena harus menyediakan material dan lainnya maka perbaikannya tidak bisa serta merta dapat dilakukan, sebab masih terdapat sejumlah kendala.

Salah satunya adalah kabel LPJU yang melewati tanah milik Perhutani juga terhalang oleh batang pohon yang tidak bisa begitu saja dipotong. ”Perbaikan baru bisa kita lakukan setelah material siap paling tidak dua bulan setelah pengajuan dokumen disetujui,” imbuhnya.

Saat ini pihaknya juga kekurangan mobil operasional dan hanya memiliki 1 unit mobil. Sehingga untuk melakukan perbaikan sering terkendala sarana maupun prasarananya, Saat ini Dishub Gunungkidul hanya memiliki satu unit mobil operasional (skylift) dan selama ini pemakaiannya sudah selama 9 tahun.

Sementara jangkauan pelayanannya cukup luas hingga membuat kewalahan dalam menangani laporan kerusakan LPJU. ”Minimnya jumlah personel yang dimiliki juga menjadi perhatian dan saat ini hanya memiliki enam personel yang dalam kategori terbatas,” ucapnya.

Kebutuhan tambahan personel serta mobil skylifttersebut memang mendesak lantaran adanya prosedur terkait kerusakan LPJU harus segera ditangani dalam waktu 3 x 24 jam. Sehingga tak jarang personel yang ada harus bekerja ekstra setiap menyelesaikan tugas. "Kami harus lembur, karena tidak mungkin selesai pada saat siang hari,” ujarnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI