Tempat Ibadah Wajib Terapkan Prokes

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Menindaklanjuti SK Gubernur DIY berkait dengan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) untuk mencegah Covid-19, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul mengimbau untuk pengelola tempat ibadah untuk menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Bahkan Kemenag menerbitkan Surat Edaran untuk mendukung penanggulangan Covid-19.

Kepala Kantor Kemenag H Arief Gunadi MPdI, Jumat (08/01/2021) mengungkapkan, kasus Covid-19 masih massif pergerakannya. Bahkan Gunungkidul masuk zona merah secara nasional. Sehingga aturan dari Kementerian Agama RI sebelumnya maupun Gubernur DIY harus benar-benar dipatuhi.

“Prokes harus diterapkan secara ketat, mendukung pencegahan Covid-19,” kata H Arief Gunadi MPdI.

Seluruh pengelola tempat ibadah baik masjid, gereja, wihara, pure dan klenteng harus bersama-sama mendukung penanggulangan Covid-19. Termasuk lanjutnya, dalam hal pembatasan sesuai dengan SK Gubernur sebanyak 50 persen.

”Termasuk penting untuk pengecekan suhu tubuh sebelum masuk tempat ibadah. Selain itu, pengelola juga dapat melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala,” ucapnya.

Arief menambahkan, Kemenag juga mengimbau organisasi kemasyarakatan, takmir masjid pondok pesantren, lembaga pendidikan keagamaan untuk dapat meningkatkan disiplin prokes. (Ded/Bmp)

BERITA REKOMENDASI