Ternyata Masih Ada Desa Kategori Rawan Pangan di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Pemkab Gunungkidul terus meningkatkan berbagai upaya untuk menuntaskan kerawanan pangan yang tahun ini masih terdapat satu desa di Desa Tegalrejo Kecamatan Gedangsari. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari terdapat sebanyak 40,60 persen warganya masuk dalam kategori keluarga pra sejahtera atau miskin.

Pemetaan yang dilakukan pemerintah,terdapat sejumlah faktor diindikasi sebagai daerah rawan pangan, diantaranya tingkat daya beli masyarakat rendah, fasilitas pendidikan kurang memadahi, jarak dari pusat pertumbuhan (kota) dan fasilitas ekonomi terbatas. “Sejumlah faktor inilah yang menyebabkan tingginya angka pengangguran dan berdampak pada kerawanan pangan,” taka Kepala Bidang Ketahanan Pangan, DPP Gunungkidul, Fajar Ridwan, baru-baru ini.

Melihat perkembangan yang terjadi jumlah desa rawan pangan ini dibanding tahun lalu mengalami penurunan, untuk tahun lalu masih terdapat 2 desa, selain Desa Tegalrejo, tahun lalu juga Desa Watugajah Kecamatan Gedangsari. Tetapi tahun ini sudahdinyatakan dalam kategori aman. Terkait dengan masih adanya desa rawan pengan, Pemkab Gunungkidul akan melakukan penanganan khusus. Mulai dari pemberdayaan dan pengembangan pangan untuk ketersediaan dan meningkatkan pendapatan, hingga adanya program yang menjadikan salah satu sasarannya yakni ‘family farming’ atau konsep gerakan pertanian keluarga. Selain itu juga upaya meningkatkan daya beli masyarakat.“Misalnya dari sektor pertanian diajarkan bagaimana memanfaatkan potensi atau sumber daya yang dimiliki melalui kelompok-kelompok juga upaya peningkatan berbagai bidang produktif lainnya,” ucapnya.

Menurutnya, progress perubahan dari desa potensi rawan pangan berdasarkan data terus membaik Pemkab menargetkan, paling tidak tahun 2021 hanya tersisa 4 desa, namun di tahun sejak tahun 2017/2018 telah terlampaui dan kemudian hanya tersisa dua desa dan saat ini tinggal ada satu desa. Namun demikian, Pemkab Gunungkidul tidak ingin gegabah. Pasalnya untuk benar-benar menyentuh angka 0 membutuhkan proses yang cukup panjang dan sinergitas yang tinggi.
Sedangkan tingkat penurunan desa rawan pangan ini dinilai cukup signifikan dan relative lebih baik dibandingkan dengan Kabupaten/kota di DIY.“Upaya penanganan akan terus dilakukan sekipun progress yang dicapai sudah cukup baik,” tutupnya.(Bmp)

BERITA REKOMENDASI