Tiga ASN Gunungkidul Diberhentikan Terlibat Pidana

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Bupati Gunungkidul H Sunaryanta terus melakukan penegakan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah. Selain memecat dua pegawai yang terbukti selingkuh, ada 3 apatarur pemerintah yang diberhentikan sementara karena terlibat tindak pidana.

Sampai tanggal 6 Juli ini ada 12 kasus yang melibatkan pegawai negeri sipil, 3 orang pegawai melakukan perceraian tanpa ijin dan surat keterangan bupati, 4 orang melakukan perselingkuhan dan 5 orang terlibat kasus tindak pidana. Dari 5 kasus yang menyangkut tindak pidana 3 orang diberhentikan sementara sambil menunggu putusan hukum ingkrah dan 2 lainnya menunggu status hukum dalam hal ini penahanan.

Bupati tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin pegawai, perbuatan melawan hukum serta perbuatan tercela lainnya. ”Setiap pelanggaran akan ditindak secara tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul Iskandar SIP MPA, Rabu (06/07/2022).

Dalam keterangan yang didampingi Kepala Bidang Status, Kinerja dan Kesejahteraan Pegawai Sunawan SH MH dan Analis Kepegawaian Ika Wahyu Sugesti SH MPA MA juga mengungakapkan, lima dugaan tidak pidana yang sekarang masih dalam proses hukum, menyakut pemerkosaan pencabulan, pelecehan seksual, penggelapan dan penipuan investasi.

Sementara 3 kasus perceraian tanpa izin atau surat keterangan bupati, 2 kasus diantaranya sudah selesai yang bersangkutan di turunkan pangkat dan jabatannya dan 1 dalam pemeriksaan. ”Untuk 4 kasus perselingkuhan 2 orang sudah dipecat dan 2 lainnya masih dalam proses pemerik saan,” tambahnya.

Bupati Gunungkidul H Sunaryanta berharap kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), masyarakat dan semua pihak berpartisipasi dalam pengawasan ASN. Dalam hal ini jika ada tanda-tanda kejanggalan perbuatan ASN dapat segera disampaikan ke pemerintah, dalam hal ini BKPPD Gunungkidul atau Bupati agar dapat dicegah keterlanjurannya.

Selain itu kepada semua ASN untuk meningkatkan disiplin, kinerja serta menghindarkan dari pelanggaran peraturan pemerintah serta menjauhi perbuatan tercela. ”Setiap perbuatan ASN wajib menjadi cantoh masyarakat luas,” ujarnya. (Ewi)

BERITA REKOMENDASI