Tiga Nelayan Hilang di Pantai Selatan

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian tiga nelayan yang hilang di perairan Pantai Kabupaten Gunungkidul. Selain di kawasan Pantai Ngitun, Purwodadi, Tepus, Gunungkidul tempat dimana lokasi kapal mengalami kerusakan, upaya pencarian kini diperluas ke arah barat hingga kawasan Pantai Parangtritis, Bantul.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Sunu Handoko Bayu Segara SIP mengatakan, upaya pencarian kapal sekoci yang hilang kontak bersama tiga nelayan terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran. ”Fokus pencarian memang di perairan laut Gunungkidul, tapi bukan tidak mungkin dicari ke Pantai Bantul dan Wonogiri,” ujarnya, Jumat (05/05/2022).

Untuk pencarian saat ini disesuaikan dengan kondisi arus. Rencananya penyisiran dilakukan dari lokasi temuan serpihan kapal hingga di Perairan Laut Purwosadi, Tepus hingga sampai ke Pantai Parangtritis Kabupaten Bantul, juga Wilayah Wonogiri, Jawa Tengah.

Untuk penyisiran tidak hanya melibatkan gabungan personel SAR Gunungkidul, tetapi juga Basarnas, Polsek Tepus dan Girisubo, SAR MTA, SAR FKAM juga dari partisipasi nelayan lokal dan masyarakat. Total ada tiga kapal sekoci, empat perahu jukung dan tiga unit jetski yang digunakan untuk melakukan pencarian.

Selain proses pencarian melalui jalur laut, juga mengupayakan pencarian melalui jalur darat dengan menyisir di kawasan perbukitan yang berbatasan dengan laut. ”Segala upaya kami lakukan untuk mencari keberadaan para nelayan yang dinyatakan hilang,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan ke tiga nelayan yang dinakhodai Anggi Pratama (19) , Riki (21), dan Hendra warga Cilacap, Jawa Tengah dan Gunungkidul mereka berangkat melaut dari Perairan Pantai Kabupaten Malang, Jawa Timur tersebut dengan tujuan ke Pelabuhan Cilacap, Jawa Tengah. Saat kapal sampai di perairan Gunungkidul mendadak mengalami kerusakan mesin dan melaporkan kejadian itu ke Tim SAR .

Namun saat dicari di titik lokasi kerusakan kapal, Tim SAR kehilangan kontak. Mereka hanya menemukan puing-puing kapal yang diduga menghantam batu karang. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI