Tim Motokros DIY Penuhi Target Lolos PON Papua

Editor: KRjogja/Gus

WONOSARI, KRJOGJA.com – Meski dengan dana dan peralatan motor terbatas, tim motokros  DIY yang hanya menurunkan 1 pembalap yaitu Aldy Lazaroni akhirnya lolos PON XX Papua. Ia dalam babak pra PON 2019 (babak kualifikasi) kelas MX 250 cc usia 17 tahun ke atas di sirkuit Tembong Jaya Serang, Banten, Sabtu-Minggu (14-15/9)  mampu menempati peringkat V dari 14 provinsi yang lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

“Aldy Lazaroni meski tampil sendiri di babak pra PON 2019, selain lolos di nomor perorangan juga lolos di nomor beregu,” ujar  Ketua umum IMI DIY Eka Sulistyana yang dihubungi KR di kediamannya  Wonosari, Gunungkidul, Selasa (17/9).

Dijelaskan Eka Sulistyana dan pengurus IMI DIY lainnya Lukas Kita, selain meloloskan cabor motokros, DIY di cabang otomotif juga meloloskan cabang balapmotor usia di bawah 21 tahun nomor beregu. Sedangkan untuk usia di tas 21 tahun DIY meloloskan  nomor perorangan dan beregu.

Untuk cabor balapmotor usia di bawah 21 tahun yang menjalani pra PON di sirkuit Sentul Jawa Barat, DIY menurunkan  pembalap beregu dan perorangan yaitu Hafid Pratama Nursandi dan Muhammad Hildhan Kusuma. Hafid selain tampil di nomor beregu juga perorangan. Sedangkan pembalap DIY di atas 21 tahun  kelas 150 cc yang lolos ke PON  XX yakni Yoga Adi Pratama dan Syamsul Arifin. Syamsul Arifin selain lolos di nomor beregu juga di nomor perorangan.

Eka Sulistyana menjelaskan, dengan telah lolosnya cabang otomotif baik untuk balapmotor maupun motokros, pihaknya telah melaporkan ke KONI DIY, sebagai induk organisasi cabang-cabang olahraga di DIY. “Saya  mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu meloloskan  tim balapmotor dan motokros DIY ke PON Papua, baik kepada para pembalap, pengurus KONI DIY, jajaran  pengurus IMI DIY  dan pihak terkait lainnya,” ujar Eka.

“Saya mengakui masalah alokasi dana dan peralatan  motor menuju pra PON di Sentul dan Banten sangat terbatas. Untuk balapmotor di Sentul, DIY hanya punya 2 motor. Sedangkan  untuk motokros kita hanya punya 1 motor, tapi hasil yang didapat para pembalap DIY cukup maksimal dan luar biasa, ketimbang daerah lain yang memiliki motor cukup banyak yang juga mengikuti babak pra PON dikedua daerah tersebut,” beber Eka yang selalu hadir  mendampingi para pembalap berlaga di babak pra PON balapmotor maupun motokros. (Rar)

BERITA REKOMENDASI