Topan Savannah Belah Pantai Baron dan Ngrenehan

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Banjir akibat dampak Topan Savannah menghancurkan kawasan Pantai Selatan DIY khususnya yang ada di Kabupaten Gunungkidul, yakni Pantai Ngrenehan, Saptosari, Baron, Kukup, Drini, Gesing dan Pantai Sadranan, Senin (18/03/2019) dini hari. Ratusan kapal milik nelayan berpindah tempat akibat hanyut, ratusan kios dan lapak pedagang rusak dan sebagian ambruk. Bahkan fasilitas wisata area parkir, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) serta talut penahan ombak sepanjang ratusan meter hancur dihantam banjir.

”Area pantai di Baron (Tanjungsari) dan Ngrenehan (Saptosari) ‘terbelah’ dan tercatat paling parah dibanding pantai lainnya,” kata Sekretaris SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul Surisdiyanto.

Banjir di Pantai Baron, luapan air yang berasal dari perbukitan menerjang area wisatawan meliputi tempat parkir kendaraan hingga kawasan pantai dan menerjang talut sepanjang ratusan meter. Sebanyak 60 kapal nelayan hanyut dan ditemukan tercerai-berai akibat, bahkan 1 unit kapal rusak parah.

Terdapat fasilitas wisata yang belum ada satu tahun dibangun meliputi area parkir, tergerus banjir, puluhan kios dan lapak pedagang hancur, dan sedang didata Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Untuk Pantai Baron, terjadi abrasi yang disebabkan aliran banjir yang berasal dari daratan menyebabkan kawasan pantai tempat berlabuh kapal ‘terbelah’.

Selain itu pada bagian talut hingga sekitar TPI hancur. Di Pantai Ngrenehan, Saptosari sebanyak 25 kapal hanyut dan dievakuasi jauh dari lokasi permanen tempat puluhan kapal ini berlabuh. ”Terdapat 4 kapal hilang dan 7 kapal lainnya dalam kondisi rusak parah diterjang banjir,” imbuh Koordinator Tim SAR Korwil II Gunungkidul Marjono.

Belum diketahui jumlah kerugian akibat kerusakan sejumlah Pantai Selatan di Gunungkidul tersebut. Karena selain ratusan kios dan lapak pedagang hancur, terdapat fasilitas wisata rusak berat. Bahkan di Pantai Ngrenehan, selain menyebabkan lebih dari 25 kapal rusak, sebanyak 10 warung dan puluhan lapak pedagang hancur diterjang banjir.

Talut penahan ombak sekitar area berlabuh kapal sepanjang 70 meter dan lebar 15 meter tergerus banjir dan kawasan obwis Pantai Ngrenehan hancur. Untuk pantai lain seperti Pantai Drini, Kukup, Sadranan dan Pantai Gesing tingkat kerusakannya tidak separah Pantai Baron dan Ngrenehan.

”Terbanyak karena kios dan lapak hancur serta puluhan kapal hanyut berpindah tempat berlabuh, tetapi juga terdapat fasilitas wisata yang rusak dan kini sedang didata,” ucapnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengakui, banyaknya titik terdampak hujan dan badai akibat Topan Savannah ini Pemkab Gunungkidul belum bisa memberikan data jumlah korban secara pasti. Saat ini konsentrasi penanganan lebih diprioritaskan untuk kegiatan evakuasi melibatkan pihak terkait seperti Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, TNI/Polri, relawan, Pokdarwis, Tagana, PMI dan masyarakat.

Data jumlah korban masih terus diupdate dan segera dipublikasikan. Selain penanganan pascabencana, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan. ”Kita sudah imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan kemungkinan adanya kenaikan gelombang pasang akibat dampak Topan Savannah ini,” terangnya. (Ded/Bmp)

BERITA REKOMENDASI