Unesco Global Geoparks Gunung Sewu Sumbang PAD

WONOSARI, KRJOGJA.com – Unesco Global Geoparks (UGG) Gunung Sewu menjelma menjadi mesin ekonomi potensial. Pesonanya memberikan efek luar biasa, baik makro maupun mikro. Kawasan ini pun menjadi magnet terbaik penarik investasi.

Rapor positif UGG Gunung Sewu dipaparkan di Focus Group Discussion (FGD), Jumat (5/10). Memiliki agenda Penyusunan Jalur Geowisata, program ini digelar di Hotel Cyka Raya, Gunungkidul, Yogyakarta. Forum ini diikuti 40 peserta. Mereka berasal dari Dispar dan SKPD 3 kabupaten/kota dari 3 provinsi, Pokdarwis, DPC HPI, hingga para pengelola geopark. Narasumbernya ada 4 dan expert di bidangnya.

"Mengelola Gunung Sewu tidak mudah karena kompleks. Namun, geopark ini menjadi benchmark bagi destinasi lain yang ingin tumbuh. Ada banyak geosite di area ini, tapi tidak semuanya diarahkan untuk pariwisata. Dan, Gunung Sewu telah menujukan kapasitanya. Ujungnya kesejahteraan masyarakat,” kata Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Kemenpar Alexander Reyaan, Jumat (5/10).

Secara karakteristik, UGG Sewu ini unik. Geografisnya membentang di 3 provinsi dan kabupaten/kota. Ada di DI Yogyakarta (Gunungkidul), Jawa Tengah (Wonogiri), dan Jawa Timur (Pacitan). Luasan total UGG Sewu 1.802 kilometer persegi. Memiliki 33 geosite, rinciannya Gunungkidul (13 spot), Wonogiri (13 spot), dan Pacitan (7 spot). Memiliki postur besar, UGG Sewu memberikan kontribusi besar kepada pendapatan asli daerah (PAD). Pada 2017, UGG Sewu memberikan total PAD Rp41,514 Miliar. Jumlah ini naik Rp3,577 Miliar dari tahun sebelumnya. 

Sepanjang 2016, UGG Sewu menangguk PAD Rp37,936 Miliar. Angka PAD 2016 meledak Rp16,672 Miliar pasca diberikan status UGG di tahun 2015. Dari total PAD tersebut, Gunungkidul mendulang PAD terbesar. Mengacu PAD 2016, Gunungkidul meraih inkam Rp24,248 Miliar. Lalu, Pacitan memiliki PAD Rp9,561 Miliar dan Wonogiri Rp4,128 Miliar. Tingginya PAD tidak lepas dari kuatnya arus masuk wisatawan. Sepanjang 2017, jumah wisatawan pun mencapai 5.589.925 orang. Kenaikannya positif karena di 2016 hanya 4.831.264 wisatawan. (*)

BERITA REKOMENDASI