Warga Diminta Tak Tanam Jagung di Sungai

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Menjelang musim penghujan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Agus Priyanto SH MM mengingatkan agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai dan menanami jagung atau tanaman lain yang menyebabkan pendangkalan. Sebab, sungai yang banyak sampah dan ditanami jagung, jika terjadi banjir besar, air sungai akan meluap ke permukiman penduduk.

Seperti di kota Wonosari ada beberapa lintasan sungai yang perlu mendapatkan perhatian. Ada Sungai Besole yang membelah kota, jika curah hujan lebat sungai ini mengancam lingkungan sekitar. Beberapa kali pernah terjadi kampung di tepi sungai ini terkena luapan banjir.

Baca juga :

29 Warga Gunungkidul Bunuh Diri
1.059 Peserta BPJS Mandiri Dinonaktifkan

”Intinya warga jangan sampai melakukan yang menimbulkan pendangkalan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) tidak berfungsi sempurna,” kata Kepala DLH Gunungkidul Agus Priyanto SH MM.

Dinas juga sudah melakukan eventarisi kondisi semua sungai di Gunungkidul, di kota Wonosari, Sungai Besole, Sungai Kepek, di Desa Kepek, Sungai Krapyak di Desa Siraman, Sungai Blimbing, Desa Karangrejek, Sungai Wareng, Desa Wareng. Selain itu juga dicek juga Sungai Oya, Watusigar (Kecamatan Ngawen), Sungai Oya (Karangtengah) Sungai Oya Getas (Kecamatan Playen), Sungai Oya Bleberan (Kecamatan Playen), Anak Sungai Oya, Sungai Pentung (Kecamatan Patuk) dan sungai Gedangan (Kecamatan Karangmojo).

Dalam pemantauan tahap I mewakili musim kemarau terdapat beberapa parameter yang melebihi baku mutu Pergub DIY nomor 20 tahun 2008, tentang baku mutu air yang berpengaruh terhadap pencemaran air sungai. ”Tetapi tidak berpengaruh terhadap risiko banjir yang mungkin timbul di musim penghujan,” tambahnya. (Ewi)

BERITA REKOMENDASI