Warga Dusun Karangtengah II Nikmati Air Bersih

WONOSARI, KRJOGJA.com – Sebanyak 250 kepala keluarga di Dusun Karangtengah II, Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul bisa menikmati air bersih setelah dibangun instalasi sumur bor donasi Bakti BCA. Selama ini, warga tidak tersentuh fasilitas air bersih dan merasa kesulitan saat musim kemarau.

"Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) BCA berinisiatif untuk turut meningkatkan kualitas hidup masyarakat, salah satunya di bidang kesehatan. Inisiatif ini diimplementasikan dengan donasi yang diberikan BCA sebesar Rp 300 juta untuk Instalasi Sumur Bor untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul," ungkap  Komisaris Independen BCA Cyrillus Harinowo didampingi Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA Inge Setiawati dan Kepala Pengembangan Bisnis Cabang (KPBC) BCA KCU Yogyakarta Wahyu Hariatmanto di sela peresmian, Senin (19/11/2018)

Cyrillus menuturkan, pemberian donasi senilai Rp300 juta untuk pembangunan dua sumur bor baru yang tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Dari pembangunan dua sumur yang didukung oleh BCA, sumur yang sudah rampung dan siap digunakan adalah Sumur Ngelorejo di Desa Gari. Melalui penguatan dan penambahan air baku, pasokan air pun terjamin untuk memenuhi berbagai kebutuhan. 

"Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup di muka bumi ini. Begitu banyak nilai manfaat dalam setiap tetesnya. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk mewujudkan kepedulian dalam rangka menjaga kelestarian air bersih melalui penyediaan sumur bor," tambah Cyrillus. 

Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA Inge Setiawati menambahkan perseroan tetap berkomitmen membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan CSR yang ada. Perseroan berharap bisa melanjutkan pembangunan serupa di desa lain di Gunungkidul sebagai bentuk solusi saat terjadi kemarau.

"Bencana kekeringan yang sempat melanda Gunungkidul pada bulan Juni 2018 lalu juga menjadi latar belakang BCA dalam meringankan langkah membantu dan menyediakan air bersih melalui sumur bor ini. Saat itu, kondisi kering tanpa hujan berdampak pada 54 desa dari 11 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul. Alhasil, sebanyak 31.607 kartu keluarga (KK) dan 96.523 jiwa terpaksa kesulitan akses air bersih," paparnya.

Bupati Gunungkidul Hj Badingah Ssos menyambut baik pemberian bantuan bagi warga setempat dan bisa menjadi solusi ketika kekeringan meluas. Menurutnya, Gunungkidul merupakan daerah karts dan memiliki sungai di bawah bebatuan. Namun, untuk menjangkaunya sebagai bahan baku air bersih harus membutuhkan dana besar. Karena itu, harus menjalin kerjasama dengan beberapa pihak.

"Penyediaa air bersih terus dilakukan oleh pihak lain seperti universitas di Karlsruhe Jerman dan Bantuan JICA. Kali ini dari BCA dan tetap meminta warga untuk tetap merawat dan menjaga bantuan dengan baik agar bisa tetap digunakan dalam jangka panjang," tandasnya didampingi Direktur PDAM Tirta Handayani Isnawan Febriyanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Gunungkidul Eddy Praptono serta Kepala Bappeda Gunungkidul Sri Suhartanta.  (tom)

BERITA REKOMENDASI