Warga Mertelu Jalan Sejauh 4 Km untuk Dapatkan Air Bersih

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Desa Mertelu Kecamatan Gedangsari merupakan desa terparah kekeringan di kawasan utara Kabupaten Gunungkidul menghadapi kekurangan air bersih tahun ini. Begitu sulitnya memperoleh air bersih, warga harus rela berjalan kaki 4 kilometer hanya untuk mendapatkan air untuk keperluan sehari-hari baik untuk kebutuhan minum, masak dan mencuci.

“Sehari kami biasa mengambil dua sampai tiga kali dengan berjalan kaki pulang pergi sepanjang empat kilometer,” kata Sriyani, warga Desa Mertelu Gedangsari, Gunungkidul.

Baca juga :

Tutupi Dana Kampanye, Parpol Terancam Batal Ikut Pemilu

Panen Kedelai Kalinampu Hasilkan 3,25 Ton/Ha

Mengambil air dengan berjalan kaki adalah satu-satunya pilihan, karena bukan lantaran punya atau tidak punya sarana untuk mengangkut seperti sepeda motor misalnya, tetapi lokasi untuk bisa mencapai bak penampungan air tidak memungkinkan. Secara geografis, banyak permukiman warga yang berada di kawasan perbukitan.

Sehingga daripada berisiko lebih baik untuk mengambil air bersih menggunakan jeriken dengan digendong dan berjalan kaki meskipun relatif jauh. “Ketersediaan air bersih warga sudah habis, karena itu meskipun jauh tidak ada pilihan lain,” imbuhnya.

Harapan masyarakat untuk bisa menikmati jaringan air dari Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) hingga saat ini belum juga terwujud dan satu-satunya andalan hanya menunggu bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), juga dari uluran dermawan. Baik droping air bersih dari BPBD maupun dari dermawan ditampung dalam bak besar selanjutnya dimanfaatkan warga secara bersama-sama.

Lantaran lokasinya yang sulit, untuk bisa membeli air bersih sekarang ini semakin mahal. Tiap satu tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter seharga Rp 350.000/ tangki. “Tahun ini harga air tertinggi dibanding tahun sebelumnya, karena itu masyarakat berharap pemerintah bisa mengambil langkah agar kekeringan bisa teratasi,” ucapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Drs Edy Basuki MSi membenarkan jika kawasan kekeringan di wilayahnya meluas dan di Desa Mertelu, Gedangsari warga yang terkena dampak ada 150 Kepala Keluarga (KK) melanda sekitar 400 jiwa. Untuk membantu warga yang mengalami kesulitan air baik untuk kawasan utara maupun selatan, volume droping air mencapai 36 tangki dari sebelumnya yang hanya mencapai 24 tangki. “Terdapat 12 kecamatan yang kini mengalami kekeringan dan data desa yang memerlukan droping kini terus kami update,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI