Waspada! Tanah Ambles Dampak Cuaca Ekstrem Marak di Gunungkidul

Editor: KRjogja/Gus

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Cuaca ekstrem di Kabupaten Gunungkidul memicu banyaknya fenomena tanah ambles. Hingga kini, ada lima titik tanah ambles yang tersebar di sejumlah kecamatan. Warga khawatir tanah ambles meluas jika hujan turun dalam waktu lama.

Tanah ambles diketahui terjadi di Kecamatan Girisubo 2 lokasi, Rongkop 1 lokasi dan Tepus 1 lokasi dengan warga terdampak 7 Kepala Keluarga (KK). Sedang yang terparah di Kecamatan Panggang sebanyak 21 KK serta lebih dari 30 rumah terancam. Tanah ambles di Kecamatan Panggang terjadi di Desa Giriharjo dan cukup meresahkan, apalagi jika hujan deras dikhawatirkan terus meluas. 

”Antisipasi tanah ambles di Panggang sudah kami lakukan dengan melakukan penutupan, tetapi ambles lagi,” kata Kepala Pelaksana Badan Peanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki MSi kepada wartawan, Kamis (9/1) seperti dikutip dari harianmerapi.com.

Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, bencana tanah ambles di Kecamatan Panggang terjadi sejak Rabu (8/1) tengah malam setelah wilayah itu diguyur hujan cukup deras. Fenomena itu mengagetkan warga sekitar lantaran sebelumnya belum pernah terjadi dengan luasan tanah ambles seperti saat ini. Tidak hanya satu tempat, tetapi di banyak tempat dalam satu lokasi permukiman. “Kejadian serupa memang pernah terjadi tetapi tidak sebanyak saat ini,” ujar Edy.

Dijelaskan, meskipun demikian BPBD Gunungkidul belum merekomedasi 21 KK tersebut mengungsi, kecuali jika terjadi hujan deras dalam durasi lama dan berpotensi harus mengambil langkah dan tindakan. Menurut Edy, kewaspadaan harus dilakukan mengingat saat ini cuaca ekstrem tengah melanda beberapa daerah termasuk di Gunungkidul, DIY. “Dari 21 KK, terdapat 5 KK dalam ancaman terbesar yang kini terus diwaspadai,” imbuh Sekdes Giriharjo, Muharyanto.

Terkait dengan bencana tanah ambles, baik di Girisubo, Tepus, Rongkop dan beberapa lokasi lain, BPBD sudah melakukan antisipasi. Selain melakukan penutupan tanah yang ambles dengan menggunakan batu, juga pemasangan bronjong untuk mengantisipasi ambles susulan semakin meluas.

Selain itu Pemkab Gunungkidul juga sudah melakukan kajian dengan melibatkan Universitas Gajah Mada (UGM) yang hasilnya kini dijadikan acuan maupun rujukan untuk melakukan antisipasi. Secara geografis, Kabupaten Gunungkidul memiliki daerah perbukitan kapur dengan karakteristik tanahnya berongga, banyak luweng dan sungai bawah tanah. “Hal itulah diduga menjadi penyebab terjadinya tanah ambles di sejumlah tempat dan tahun lalu terdapat lebih dari 20 titik tanah ambles terdampak cuaca ekstrem,” tandas Edy Basuki MSi.(Pur)

BERITA REKOMENDASI