Harga Cabai Merosot Tajam, Petani Disarankan Diversifikasi Produk Pasca Panen

Editor: Ary B Prass

Yanto menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan pusat karena tengah panen raya serentak di seluruh Jawa terkait penyerapan produk komoditas cabai yang melimpah tersebut. Disperindag DIY menyarankan supaya petani komoditi cabai untuk diversifikasi produk seperti yang telah mereka terima berupa pelatihan pengolahan pasca panen yang diampu Dinas Pertanian atau instansi terkait lainnya. Diversifikasi tersebut dapat berupa cabai kering, saus atau pasta cabai, aneka olahan sambal dan sebagainya.

” Harga komoditi cabai ditingkat petani di DIY memang jatuh di DIY, sama dengan daerah lain sehingga perlu upaya intervensi dan diversifikasi produk pasca panen. Sedangkan di tingkat penjual atau tingkat pasar rakyat atau tradisional di DIY masih mampu bertahan pada Rp 12 ribu untuk cabe rawit merah, cabai rawit hijau Rp 16 ribu, cabai keriting Rp 11 ribu dan cabai besar Rp 14 ribu/Kg,” terangnya.

Sementara itu, Yanto menambahkan selain komoditi cabai, fluktuasi harga bahan pangan pokok di DIY dialami komoditi daging ayam yang naik dari Rp 33 ribu menjadi Rp 34 ribu/Kg tetapi masih dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 35 ribu/Kg, telur ayam ras turun dari Rp 20 ribu menjadi Rp 19 ribu yang juga masih di bawah harga acuan Rp 24 ribu/Kg dan bawang merah dari Rp 22 ribu menjadi Rp 21.700/Kg yang masih dibawah HET sebesar Rp 32 ribu/Kg. Secara umum, harga bahan pangan pokok lainnya relatif stabil seperti beras, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, daging sapi dan bawang putih.

” Ketersediaan komoditas cabai merah keriting mencapai 243,80 ton dan cabai rawit merah sebesar 350,78 ton per 23 Agustus 2021. Kebutuhan masyarakat di DIY sendiri untuk cabai merah keriting sebesar 103,73 ton dan cabai rawit merah 96,19 ton per minggu sehingga keduanya masih surplus cukup banyak,” pungkasnya. (Ira)

 

BERITA REKOMENDASI