Harga Cabai Terus Naik Akibat Tekanan Produksi dan Bertambahnya Permintaan

YOGYA, KRJOGJA.com – Harga komoditi cabai di beberapa pasar tradisional DIY mengalami kenaikan yang cukup signifikan mendekati Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Kenaikan harga komoditi cabai tersebut dipengaruhi sejumlah faktor yaitu cuaca dan musim petik cabai yang berakhir sehingga mempengaruhi produksi petani serta bertambahnya permintaan pasar atau konsumen jelang Nataru di DIY.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto menyampaikan harga komoditi cabai mengalami kenaikan baik itu cabai rawit maupun cabai keriting saat ini. Kenaikan harga komoditi cabai di DIY ini disebabkan faktor cuaca alias musim penghujan sehingga produksi cabai menurun serta memasuki fase akhir panen cabai.

“Tidak hanya faktor produksinya saja yang berkurang, kenaikan harga cabai tersebut pun dipicu dengan tingginya permintaan pasar. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya okupansi atau tingkat hunian hotel maupun banyak acara resepsi sehingga permintaan pasar meningkat,” katanya kepada KR di Yogyakarta, Senin (20/12/2021) malam.

Yanto menjelaskan harga cabai merah besar naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 51.700/Kg dan cabai rawit merah dari 73.300 menjadi Rp 80.000/K alias naik 8 persen. Sementara itu, hara cabai merah keriting dilaporkan tetap bertahan di angka Rp 37.300/Kg dan cabai rawit hijau Rp 59.300/Kg di pasar tradisional pada pekan ketiga Desember 2021 ini.

“Kenaikan harga lainnya terjadi pada minyak goreng tanpa merek atau sawit curah kemasan plastik dari Rp 18.300 menjadi Rp 18.500/liter, daging ayam broiler dari Rp 25.700 menjadi Rp 26.000/Kg yang masih di bawah harga acuan Rp 35.000/Kg. Kemudian disusul kenaikan harga telur ayam ras dari Rp 25.700 menjadi Rp.26.000/Kg yang sudah di melebihi harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 24.000/Kg dan bawang putih kating dari Rp 26.300enjadi Rp 27.300/Kg,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI