Harga Minyak Goreng dan Cabai Mahal, Dampak Kenaikan CPO Hingga Permintaan Besar

YOGYA, KRJOGJA.com – Harga minyak goreng baik curah maupun kemasan, komoditi cabai dan bawang merah di DIY terus mengalami kenaikan pada awal Desember 2021 atau mendekati Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Fluktuasi harga bahan pokok pangan di DIY ini dipicu terjadinya peningkatan permintaan, mahalnya harga minyak mentah dunia dan pengaruh cuaca. Sedangkan untuk ketersedian bahan pokok pangan cukup dan aman ini dari hasil pantauan baik di supermarket, pasar maupun distributor untuk ketersedian dalam menghadapi Nataru.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto menyatakan untuk minyak goreng kemasan maupun curah harga terus mengalami kenaikan seiring harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) global naik. Sehingga produk minyak goreng dalam negeri terus mengalami kebaikan seiring kenaikan harga cpo dunia.

“Perihal kebijakan minyak kemasan yang mulai diterapkan tahun depan sebenarnya tidak ada masalah karena harga minyak curah dan kemasan harga hampir sama dengan selisih tidak begitu jauh. Jad kebaikan harga minyak goreng ini memang disebabkan faktor harga CPO yang terus mengalami kenaikan karena produk panenan kelapa sawit tidak optimal saat ini,” tuturnya kepada KRJOGJA.com, Senin (6/12/2021).

Yanto mengatakan harga minyak goreng kemasan plastik ataupun minyak goreng curah di DIY sama-sama mengalami kenaikan di kisaran 1 persen. Harga minyak goreng kemasan naik dari Rp 18.300 menjadi Rp 18.500/liter dan harga minyak goreng tanpa merek atau sawit pun dari Rp 18.100/Kg menjadi Rp 18.250/liter saat ini.

“Jadi mahalnya harga minyak goreng baik kemasan dan curah saat dipasaran dipicu kenaikan harga minyak sawit mentah dunia bukan rencana pemberlakukan kebijakan minyak goreng kemasan. Disparitas harga minyak goreng maupun curah pun sangat rendah,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI